PejuangKantoran.com - Kabar menggembirakan datang bagi para guru honorer di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan kenaikan insentif bulanan dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Kenaikan sebesar Rp100 ribu ini akan mulai diterapkan pada tahun depan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang selama ini berperan penting dalam dunia pendidikan. Ia juga menegaskan bahwa sistem pembayaran insentif kini dibuat lebih sederhana, dengan dana langsung dikirim ke rekening masing-masing guru penerima tanpa perantara birokrasi yang berbelit.
“Mulai tahun depan, tunjangan guru honorer akan langsung ditransfer ke rekening pribadi. Ini adalah langkah untuk mempercepat pelayanan dan memastikan tidak ada keterlambatan,” ujar Mu’ti.
Tahun ini, insentif untuk guru honorer telah disalurkan seluruhnya pada bulan Juli 2025 dengan total dana sebesar Rp736,31 miliar untuk 347.383 guru di berbagai daerah. Setiap guru menerima pembayaran kumulatif sekitar Rp2,1 juta.
Selain peningkatan tunjangan, Kemendikdasmen juga menyiapkan program beasiswa bagi 150 ribu guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 atau S1 pada tahun 2026 mendatang. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang sudah dijalankan pada 2025, yang saat itu menyalurkan beasiswa kepada 12.500 guru dengan bantuan senilai Rp3 juta per semester. Seluruh penerima kini sedang menempuh pendidikan dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo. Di bawah Kementerian Agama, tunjangan profesi guru non-PNS juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Baca Juga: Yang Bikin Pebulutangkis Liliyana Tak Pernah Puas dan Punya Keinginan Kuat untuk Jadi Juara
Menurut Nasaruddin, kesejahteraan guru dan dosen merupakan fondasi utama kemajuan pendidikan. “Ketika guru dan dosen sejahtera, maka pendidikan agama akan bermartabat, dan bangsa akan berkarakter,” ungkapnya.
Kemenag juga memperluas akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa, termasuk 156.581 penerima Beasiswa KIP Kuliah, 6.453 Beasiswa Indonesia Bangkit, serta 2.270 Beasiswa Santri Berprestasi. Tak hanya untuk umat Islam, beasiswa juga diberikan kepada 329 mahasiswa Orang Asli Papua dan 153 penerima beasiswa zakat di 21 perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap kesejahteraan dan mutu pendidikan di Indonesia terus meningkat, serta para guru mendapat penghargaan yang sepadan dengan peran besar mereka dalam mencerdaskan bangsa.