news

Tren Kerja 2026: Perusahaan Minta Karyawan Lebih Sering ke Kantor, Ini yang Jadi Penyebabnya!

Senin, 3 November 2025 | 17:36 WIB
Ilustrasi: Mengapa tren kerja 2026 menunjukkan bahwa perusahaan cenderung ingin mengajak karyawan kembali ke kantor? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Kalau kamu berharap bekerja dari rumah akan jadi tren jangka panjang, mungkin kabar ini agak mengecewakan.

Menurut survei Resume Builder yang dilakukan pada Oktober 2025 terhadap hampir seribu perusahaan, tren kerja 2026 menunjukkan bahwa banyak yang berencana menarik karyawan kembali ke kantor.

Bahkan, sebagian besar akan menambah jumlah hari kerja di kantor mulai 2026.

Baca Juga: Skills untuk Jadi Data Entry Specialist Nggak Cuma Menguasai Spreadsheet, tapi Juga Soft Skills

Saat ini, kerja hybrid, atau kombinasi antara bekerja dari rumah dan bekerja di kantor, memang masih jadi norma. Namun, arah tren tampaknya mulai bergeser.

Tahun depan lebih banyak kerja tatap muka

Hampir setengah dari perusahaan yang disurvei berencana mewajibkan karyawan untuk bekerja di kantor setidaknya empat hari dalam seminggu pada 2026. Bahkan, 3 dari 10 perusahaan akan meminta karyawannya datang ke kantor lima hari penuh.

Pada 2025 saja, sekitar 28% perusahaan sudah menerapkan kerja penuh di kantor, 13% perusahaan menetapkan empat hari, dan 28% tiga hari. Sementara yang benar-benar membebaskan karyawan bekerja dari mana saja tinggal 11%.

Tahun depan, angka-angka itu makin condong ke arah kerja tatap muka. Sebanyak 30% perusahaan akan mewajibkan lima hari di kantor, dan hanya 10% yang masih mengizinkan kerja jarak jauh secara penuh.

Antara hybrid ideal dan realita yang berbeda

Baca Juga: Veda Ega Pratama Anak Wonosari Gunungkidul Yogyakarta Bakal Mengikuti Jalan Karier Marc Marquez di tahun 2026

Menariknya, banyak pimpinan perusahaan sebenarnya masih percaya bahwa sistem hybrid adalah yang terbaik. Namun, dalam praktiknya mereka tetap memanggil karyawan kembali ke kantor.

Stacie Haller, Chief Career Advisor di Resume Builder, menyebut fenomena ini terjadi karena banyak pemimpin masih beranggapan bahwa melihat karyawan di depan mata sama dengan produktif.

Selain itu, ada juga kekhawatiran soal hilangnya budaya dan kolaborasi tim jika semua orang bekerja dari rumah.

Sekitar 1 dari 8 perusahaan berencana menambah hari kerja di kantor pada 2026, sedangkan hanya 5% yang akan menguranginya.

Halaman:

Tags

Terkini