PejuangKantoran.com - Setelah berkarier selama 14 tahun dan membuat banyak perubahan, Olivier Rousteing mengumumkan pengunduran dirinya sebagai creative director rumah mode Balmain pada Rabu (5/11/2025).
Ada sejumlah pencapaian yang dilakukan oleh desainer kelahiran Bordeaux, Prancis, 18 September 1985 itu selama berkarier di Balmain. Ia menjadi desainer kulit hitam pertama yang memimpin rumah mode besar di Paris dan menjadikan fashion yang mewah lebih mudah diakses.
Hal itu dilakukannya dengan merekrut bintang reality TV Amerika Kim Kardashian sebagai salah satu sosok paling dikenal dari label tersebut.
Baca Juga: Didukung AI, Canva Creative Operating System Bantu Pembuatan Konten dari Ide sampai Hasil Akhir
Rousteing menjadi salah satu orang pertama di industri mode yang mengagumi Kim Kardashian secara terbuka. Padahal, waktu itu Kim Kardashian bukan figur mode yang standar.
Sosoknya bahkan dinilai agak vulgar buat sebagian orang, begitu kata pakar mode Serge Carreira dari Universitas Sciences Po, Paris.
“Saya tiba di Balmain saat berusia 24 tahun (sebagai desainer pada tahun 2009) dengan mata terbuka lebar dan tekad untuk selalu gigih,” ujar Rousteing melalui Instagram. Hanya dalam dua tahun, ia sudah dipromosikan sebagai creative director.
Rousteing, yang merupakan lulusan ESMOD Paris, kerap menggunakan musik hip-hop dalam peragaan busananya, yang dianggap sebagai cerminan keberagaman.
Ia juga tidak ragu berkolaborasi dengan peritel kelas atas seperti H&M, sambil memperkenalkan karyanya pada pengguna mode yang lebih muda dan kurang eksklusif.
Label mode jet-set
Baca Juga: Jumlah Pekerja Sektor Informal Meningkat, Ini Langkah Menko PM untuk Kurangi Beban Biaya Hidup
Olivier Rousteing juga mengubah Balmain dari klub eksklusif menjadi label wajib bagi kaum jet-set di seluruh dunia, yang menarik bagi para model, atlet, dan bintang papan atas.
Desainnya memberikan kesan glamor, yang dianggap mengekspresikan kekuatan dan kemandirian perempuan, sekaligus menjungkirbalikkan stereotip maskulin dengan garis leher rendah dan sequins.
Karya Rousteing menjadikannya bintang tersendiri. Dia punya hampir 10 juta pengikut di Instagram, dan kamera selalu mengikutinya di karpet merah dan di barisan depan peragaan busana.
Semua ini tentu tidak pernah dibayangkannya akan terjadi. Rousteing diadopsi sejak lahir dan dibesarkan oleh sebuah keluarga di kota Bordeaux. Ia mencari orang tua kandungnya, dan mendokumentasikan pencariannya tersebut dalam film dokumenter Netflix tahun 2019.