PejuangKantoran.com - Elon Musk bikin heboh setelah Jumat (21/11/2025) lalu membagikan video AI yang menampilkan gambaran kehidupan masa depan dengan robot humanoid Optimus Gen 2 milik Tesla.
Video itu dibuat oleh Alex Utopia menggunakan Grok Imagine dan Nano Banana Pro. Ia menuliskan caption singkat pada postingannya di X: “Humanoid robots will be the biggest product ever.” – Elon Musk.
Ia menggambarkan bagaimana robot-robot tersebut hadir di tengah aktivitas sehari-hari manusia, mulai dari jadi chef, polisi, pekerja konstruksi, paramedis, sampai influencer yang lagi bikin konten di pantai.
Baca Juga: Multi Bintang Indonesia Membuka Lowongan Kerja Sustainability Communication Specialist
Robot Optimus sebenarnya dirancang untuk mengerjakan tugas-tugas yang berbahaya, berulang, atau membosankan, supaya manusia bisa lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dan empati.
Elon Musk juga beberapa kali mendemonstrasikan kemampuan Optimus, seperti melipat baju atau menuang minuman. Tapi tetap saja, begitu melihat visualisasi masa depan tersebut, banyak warganet langsung mengaitkannya dengan film distopia seperti I, Robot.
Ada yang terang-terangan bilang, “Kami nggak mau ini, Elon. Kami sudah nonton filmnya.”
Wajar kalau warganet jadi khawatir menyaksikan video tersebut. Di saat populasi terus bertambah dan kebutuhan lapangan pekerjaan makin tinggi, apakah kehadiran robot justru akan mengambil alih pekerjaan manusia?
Beberapa orang merasa, kehadiran robot ini bukan merupakan kemajuan, tapi justru ancaman bagi kesejahteraan keluarga yang bergantung pada pekerjaan manusia.
Namun, ada juga yang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang pada akhirnya tidak bisa dihindari. Sebab, setiap revolusi teknologi selalu dimulai dari sebuah visi besar.
Baca Juga: Film 'Air Mata Mualaf' Angkat Isu tentang Hubungan Emosional Ibu-Anak yang Pindah Keyakinan
Robot humanoid bukan cuma khayalan di film fiksi ilmiah, tapi betulan ada di dunia nyata. Produk ini pada akhirnya menjadi bagian dari evolusi industri yang tidak terelakkan.
"Masa depan muncul lebih awal. Robot dalam pekerjaan dunia nyata bukan lagi fiksi ilmiah, mereka tidak terelakkan," tambah seseorang.
Bahkan ada yang bilang, kehadiran robot Optimus Gen 2 sebagai paramedis bisa mengubah cara penanganan darurat, meskipun tetap ada rasa takut di balik rasa penasaran tersebut.
"Ini sudah tahun 2025, dan populasi dunia makin hari makin banyak. Bukannya cari cara buat bikin lapangan kerja baru, dunia ini malah sibuk nyari cara buat ngambil pekerjaan yang sudah dimiliki manusia (buat nafkahin diri dan keluarga) terus dikasih ke mesin atau benda-benda. Sedih banget, kan?" timpal yang lain.