news

Banyak Ibu Merindukan Waktu untuk Diri Sendiri, Ini Potret Emosional Bunda Masa Kini

Senin, 22 Desember 2025 | 22:07 WIB
Ilustrasi: Banyak ibu bekerja yang meninggalkan pekerjaan karena tak bisa lagi bekerja dari rumah. (PejuangKantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Di balik peran pengasuhan yang dijalani penuh cinta, banyak ibu ternyata menyimpan kerinduan yang jarang terucap. Sebuah potret emosional tentang kehidupan Bunda masa kini menunjukkan bahwa kebutuhan akan waktu untuk diri sendiri, ruang sosial, dan pengembangan diri masih menjadi hal yang paling dirindukan setelah seorang perempuan memasuki peran sebagai ibu.

Temuan ini muncul dari kumpulan cerita lebih dari 1.000 Bunda di berbagai daerah di Indonesia yang membagikan pengalaman dan perasaan terdalam mereka sejak menjalani peran pengasuhan. Dari kisah-kisah tersebut, terlihat jelas bahwa tantangan menjadi ibu bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan emosional dan identitas diri.

Sekitar 30 persen Bunda mengungkapkan bahwa hal yang paling mereka rindukan adalah me-time, waktu sederhana untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri tanpa rasa bersalah. Sementara hampir 15 persen lainnya merindukan momen berkumpul bersama teman-teman, berbincang santai tanpa tekanan peran domestik. Di sisi lain, sekitar 15 persen Bunda mengaku ingin kembali belajar atau mengembangkan potensi diri yang sempat tertunda.

Baca Juga: AS Perketat Kebijakan Imigrasi, Sekarang Pemohon Visa Kerja akan Diperiksa Media Sosialnya

Kerinduan-kerinduan ini mencerminkan fenomena yang kerap disebut sebagai Flamingo Era. Seperti induk flamingo yang kehilangan warna pink-nya karena seluruh energi tercurah untuk merawat anak, banyak Bunda juga mengalami hal serupa, begitu fokus pada keluarga hingga perlahan mengabaikan kebutuhan pribadinya.

Cerita-cerita yang terkumpul menggambarkan betapa peran sebagai ibu sering kali menuntut kehadiran penuh, baik secara fisik maupun emosional. Namun di saat yang sama, peran ini juga berpotensi membuat Bunda kehilangan ruang untuk mengenali kembali dirinya sendiri.

Menariknya, sebagian besar kerinduan yang diungkapkan para Bunda bukanlah hal besar atau mewah. Keinginan untuk membaca buku tanpa gangguan, menikmati hobi lama, berjalan santai sendirian, atau sekadar duduk diam menjadi simbol kebutuhan akan jeda di tengah rutinitas pengasuhan yang padat.

Baca Juga: Ōsōji: Tradisi Jepang Membersihkan Rumah dan Pikiran Menjelang Tahun Baru

Potret ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjadi Bunda tidak seharusnya berarti menghapus identitas diri. Sebaliknya, pemenuhan kebutuhan emosional dan personal justru berperan penting dalam menjaga kesehatan mental ibu, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kualitas pengasuhan.

Di tengah tuntutan peran yang terus berjalan, para Bunda sesungguhnya hanya ingin satu hal sederhana: diakui sebagai individu yang juga memiliki mimpi, kelelahan, dan harapan. Dan dari suara-suara jujur itulah, muncul satu pesan kuat, merawat diri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan bagian penting dari perjalanan menjadi Bunda yang utuh.

Tags

Terkini