PejuangKantoran.com - Beredar kabar yang mengatakan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk lawatan ke luar negeri. Rumor tersebut segera diklarifikasi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya.
Seskab Teddy menegaskan, Presiden hanya memakai satu pesawat kepresidenan milik Garuda Indonesia. Hal itu disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
"Saya jawab, nggak ada itu. Ya, itu tidak benar," tukasnya.
Baca Juga: Berapa Kali Tahap Wawancara Kerja yang Wajar, dan Apa Artinya Kalau Proses Rekrutmen Terlalu Lama?
Ia mengakui adanya pesawat tambahan milik TNI AU, namun bukan pesawat kepresidenan. Pesawat tersebut digunakan pada awal pemerintahan Prabowo, yang diisi oleh perangkat Presiden yang mendampinginya dalam kunjungan.
"Untuk apa? Karena sesuai undang-undang, sesuai aturan, harus ada Paspampres, harus ada protokol, ada tim dokter, ada tim Kemlu, ada wartawan, dan sebagainya," jelasnya.
Seskab Teddy menambahkan, setiap kepala negara memang memiliki prosedur pengamanan, termasuk kesiapan pesawat cadangan. Hal ini ada dalam sistem pemerintahan. Meski begitu, tidak berarti presiden menggunakan dua pesawat secara bersamaan.
"Negara pemerintahan itu pasti punya pesawat cadangan. Oke. Tentu saja. Jadi di mana pun namanya kepala negara pemerintahan itu pasti punya pesawat cadangan," ujar Teddy, seperti dikutip dari akun YouTube KompasTV, Rabu (4/2/2026).
Namun hingga kini, penggunaan satu pesawat dinilai sudah mencukupi untuk mendukung kegiatan kepresidenan, baik dari sisi keamanan maupun efisiensi.
Baca Juga: Demi Peran di 'Check Out Sekarang, Pay Later, Amanda Manopo Naikkan Beratnya sampai 14 Kg!
"Oke? Jadi, saya mau sampaikan tidak benar bahwa Bapak Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan," tegasnya.
Faktanya, sejak sudah satu tahun ini, untuk kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo Subianto selalu menggunakan satu pesawat kepresidenan.
"(Menggunakan) Maskapai nasional kebanggaan kita, Garuda Indonesia Boeing 777," tegasnya.