Pemilihan Bahrain bukan tanpa alasan. Dengan posisi geografis yang strategis di persimpangan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa, Bahrain kini resmi menjadi hub global pertama AirAsia X. Dari sinilah konektivitas lintas benua dibangun, menghubungkan penumpang dari Asia menuju Eropa dengan satu titik transit yang efisien.
Model multi-sektor KUL–BAH–LGW juga membuka peluang besar untuk trafik transit dan kemitraan strategis. Infrastruktur penerbangan Bahrain yang matang menjadikan rute ini bukan hanya soal mobilitas penumpang, tetapi juga fondasi untuk pertumbuhan bisnis pendukung seperti kargo dan layanan pemeliharaan pesawat.
Baca Juga: Strategi Makan Buah Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan untuk Mengelola Berat Badan Kamu
Visi Pertumbuhan Jangka Panjang
Advisor AAX sekaligus CEO Capital A, Tony Fernandes, menggambarkan peluncuran rute ini sebagai langkah krusial dalam fase pertumbuhan berikutnya AirAsia X. Menurutnya, Bahrain menyediakan platform yang tepat untuk membangun mesin pertumbuhan jangka panjang—sebuah keseimbangan antara konektivitas global, kinerja komersial, dan ketahanan operasional.
Ia juga menyoroti momen penting lain: kedatangan penerbangan perdana Teleport di Bahrain, yang menyusul pendanaan sebesar USD50 juta. Inisiatif ini semakin memperkuat posisi Bahrain sebagai pusat penerbangan dan logistik regional, sekaligus memperluas ekosistem bisnis Capital A di luar layanan penumpang.
Dampak Ekonomi dan Dukungan Pemerintah Bahrain
Dari sisi pemerintah, kerja sama ini disambut dengan optimisme tinggi. Menteri Keuangan dan Ekonomi Nasional Kerajaan Bahrain, Shaikh Salman bin Khalifa Al Khalifa, menilai kemitraan dengan AirAsia X sebagai keputusan strategis yang membawa manfaat ekonomi nyata. Selain memperkuat peran Bahrain sebagai gerbang global, proyek ini diproyeksikan menciptakan lapangan kerja langsung di sektor penerbangan, serta peluang tidak langsung di bidang pariwisata, perhotelan, dan logistik.
Lebih dari itu, kolaborasi ini juga diharapkan mendorong pengembangan keterampilan dan jalur karier jangka panjang bagi masyarakat Bahrain dalam industri penerbangan global yang terus berkembang.
Baca Juga: Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat: Kunci Indonesia Naik Kelas
Menghubungkan Dunia Lewat Kuala Lumpur
Di tengah ekspansi global tersebut, Kuala Lumpur tetap memegang peran sentral sebagai gerbang utama AirAsia X. Dari ibu kota Malaysia ini, AAX menghubungkan penumpang ke 95 destinasi di 23 negara Asia, dengan hampir 2.000 penerbangan setiap pekan—termasuk ke Vietnam, Sri Lanka, Australia, dan Jepang.
Didukung armada Airbus A330, layanan KUL–BAH–LGW membuka akses baru bagi wisatawan dari Australia, Indonesia, Vietnam, dan berbagai pasar utama lainnya untuk menikmati perjalanan jarak jauh yang lebih terjangkau dan nyaman menuju Bahrain maupun London.
Dengan rute baru ini, AirAsia X tidak hanya menambah jalur penerbangan, tetapi juga menegaskan ambisinya: menjadi maskapai global berbiaya rendah yang mampu menjembatani benua, memperpendek jarak, dan membuka lebih banyak peluang perjalanan bagi dunia.