PejuangKantoran.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen yang istimewa bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Tradisi ini bukan sekadar diisi dengan kumpul keluarga besar sambil makan-makan, melainkan merupakan rangkaian ritual penuh makna yang sudah turun-temurun.
Imlek sejatinya merupakan momen untuk menyapu bersih energi lama yang negatif dan menyambut energi positif baru, terutama kesehatan dan kesejahteraan.
Salah satu hal yang paling unik dari Imlek adalah banyaknya pantangan atau takhayul yang harus diikuti, terutama pada hari pertama dan kedua.
Baca Juga: Tahun Baru Imlek Menandai Tahun Kuda Api, Saatnya Menjemput Peluang dengan Penuh Energi
Bagi sebagian orang pantangan itu mungkin terdengar aneh, tapi ada alasan mengapa masyarakat Tionghoa dilarang keramas dan menyapu saat hari pertama Imlek.
Dalam tradisi Tionghoa, membersihkan rumah selama 15 hari periode Tahun Baru sangat dilarang. Logikanya sederhana, saat menyapu atau membersihkan debu kita dianggap sedang menyapu keluar keberuntungan dan kemakmuran yang baru saja datang.
Persiapan bersih-bersih rumah justru harus sudah tuntas dilakukan seminggu sebelum hari H, dalam hal ini sebelum tanggal 17 Februari.
Hal yang sama berlaku untuk rambut. Dalam bahasa Mandarin, kata "rambut" (tóufa) punya pelafalan yang mirip dengan kata "kemakmuran" (fācái).
Itulah sebabnya mereka menghindari memotong rambut selama 15 hari penuh, karena memotong rambut dianggap memotong rezeki. Mencuci rambut pada hari pertama juga dihindari agar keberuntungan yang dibawa pada tahun baru tidak ikut terbilas air.
Baca Juga: Begini Cara Memanfaatkan Karakteristik Shio Kuda untuk Keuntungan Kamu di Tahun Kuda Api
Warna dan etika pada hari pertama
Selain soal rambut dan kebersihan, penampilan juga sangat diperhatikan. Warga Tionghoa diwajibkan memakai pakaian berwarna merah sebagai simbol keberuntungan dan perlindungan dari roh jahat.
Sebaliknya, warna hitam dan putih tidak boleh dikenaka karena identik dengan suasana duka.
Pantangan lain yang tak kalah penting adalah menjaga lisan dan emosi. Mereka dilarang menangis atau bertengkar di hari pertama. Jika tahun baru dimulai dengan konflik, dikhawatirkan perselisihan akan terus terjadi sepanjang tahun.
Begitu pula dengan urusan uang. Meminjamkan uang atau membuang sampah dianggap bisa memutus koneksi kita dengan keberuntungan.