Warga juga dilarang menaruh barang belanjaan di lantai. Belanjaan, khususnya makanan, identik dengan rezeki atau kemakmuran yang baru. Jika ditaruh di lantai (yang dianggap kotor) sama saja dengan merendahkan rezeki tersebut.
Tahun baru dan kedekatan dengan Tuhan
Secara spiritual, banyak keluarga yang menjalani pola makan vegetarian pada saat bulan baru dan bulan purnama, sebuah tradisi yang erat dengan budaya Buddhis.
Baca Juga: Mengenal 4 Penanggalan: China, Jawa, Hijriah, dan Masehi dari Berbagai Aspek
Keragaman dewa-dewi dalam budaya Tionghoa (seperti Dewi Kwan Im atau Dewa Dapur) seringkali mengingatkan pada konsep santo dalam tradisi Kristen, di mana setiap aspek kehidupan memiliki santo pelindungnya masing-masing.
Banyak juga tradisi Tionghoa yang terlihat unik dan tetap dilakukan dengan serius, seperti menggelindingkan nanas ke dalam rumah baru sebagai simbol masuknya kemakmuran.
Namun pada akhirnya, berbagai tradisi ini adalah bentuk penghormatan terhadap berkah yang mereka terima. Warga Tionghoa diajarkan untuk tidak memperlakukan berkah secara sembrono, karena "Dewa Dapur" selalu mengawasi setiap gerak-gerik mereka.
Artikel Terkait
Mengapa Penentuan Hilal (Bulan Baru) Menggunakan Hisab dan Rukyat?
8 Manfaat Kurma yang Membuatnya Tak Hanya Cocok Untuk Sahur dan Berbuka Puasa Saja
Kopi atau Teh: Mana yang Lebih Baik untuk Memulai Hari?
Apa sih Manfaat Makan Cokelat Hitam? Ini Jawaban buat Kamu yang Suka Ngopi di Kantor!
Spanyol Resmi Luncurkan Visa Digital Nomad: Kesempatan Emas Bagi Remote Worker Global
Sad Banget, 1 dari 4 Manajer Ternyata Lebih Suka kalau Tidak Usah Memimpin Orang Lain
Siap-siap Nikmati 'Na Willa', Film Lebaran yang Menggabungkan Live-Action, Animasi dan Musikal