news

Mixue Menutup 428 Gerai Es Krimnya, Banyak Di Antaranya Berada di Indonesia dan Vietnam

Jumat, 24 April 2026 | 14:50 WIB
Toko es krim asal China, Mixue, menutup 428 gerainya di berbagai negara. Banyak dari jumlah tersebut ada di Indonesia dan Vietnam. (Mixue)

PejuangKantoran.com - Kita pernah begitu terpana Ketika melihat pertumbuhan Mixue yang begitu pesat di Indonesia. Sampai-sampai outlet es krim asal China ini disebut “Malaikat Pencatat Ruko Kosong” karena seolah tak pernah membiarkan ada ruko yang dibiarkan kosong dan menganggur.

Namun kini situasi sudah berubah. Hingga akhir tahun lalu, Mixue memiliki 59.823 toko secara global, termasuk 55.356 di Tiongkok daratan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 428 outlet Mixue ditutup dengan alasan memperbaiki operasional dan efisiensi. 

Tidak disebutkan berapa jumlah outlet yang ditutup di dua negara tersebut, tetapi dalam laporan keuangan terbarunya Mixue mengatakan akan fokus "mengoptimalkan operasional toko yang ada untuk mendukung operasional jangka panjang agar stabil dan berkelanjutan."

Baca Juga: Syuting Film 'Ikatan Darah' Bikin Derby Romero Kerja Bareng Teman-Teman Satu Tongkrongan

Anehnya, salah satu jaringan food and beverage terbesar di dunia itu malah melakukan ekspansi ke beberapa negara lain seperti AS dan Kazakhstan. Selain itu, membuka outlet pertama mereka di Malaysia dan Thailand, tetapi dengan merek yang berbeda, Lucky Cup.

Mempertahankan harga rendah

Indonesia dan Vietnam memang termasuk dua pasar luar negeri Mixue yang terbesar. Merek ini memasuki passar Vietnam pada tahun 2018, di mana awalnya berfokus di Hanoi dan provinsi-provinsi utara.

Di negara tersebut, mereka mengubah format toko kecil yang tradisional menjadi gerai yang lebih besar. Lokasi baru mereka juga menampilkan konter persiapan yang lebih luas, etalase yang menghadap jalan, dan area lantai yang lebih besar daripada sebelumnya.

Tetapi sejak itu, merek yang didirikan Zhang Hongchao di Zhengzhou, China, tahun 1997 itu telah berekspansi ke seluruh negeri. Produk utamanya meliputi limun, es krim, teh susu, dan teh buah, yang semuanya dibanderol dengan harga Rp6.500 hingga Rp19.600.

Menurut Mixue, mereka bisa mempertahankan harga rendah karena mengendalikan rantai pasokan, dari produksi bahan baku dan logistik hingga R&D dan kontrol kualitas.

Baca Juga: Fungsi Pitch Deck Nggak Cuma untuk Meraih Pendanaan dari Investor, tapi Juga Kemitraan Strategis

Dalam laporan tahun 2024, platform manajemen toko iPOS mengatakan Mixue sudah menjadi kekuatan utama dalam membentuk kembali pasar teh susu Vietnam.

Mereka juga berperan penting dalam memperluas segmen minuman terjangkau, dan memiliki strategi waralaba yang agresif.

Nggak heran, per September 2024, jumlah toko mereka di Vietnam mencapai 1.304 outlet. Mixue bertekad akan terus meningkatkan kehadirannya di Asia Tenggara, dan memperkuat jaringan waralaba di wilayah tersebut.

Tahun lalu, pendapatan Mixue melonjak 35% menjadi Rp84,4 triliun, dengan laba bersih yang meningkat 33% menjadi Rp102,2 triliun.

Tags

Terkini