PejuangKantoran.com - Sebagai anak baru di kantor, mungkin kamu bakal kebingungan kalau tiba-tiba diminta membuat pitch deck oleh atasan kamu. Apalagi, rekan kerja nggak punya waktu untuk menjelaskan, dan cuma meminta kamu melihat contoh yang sudah ada.
Jadi gini, mungkin si bos punya ide bisnis yang luar biasa tapi butuh sarana untuk menjelaskannya ke mitra bisnis atau potential client. Atau si bos sedang butuh suntikan dana dan perlu cara terstruktur untuk meyakinkan investor.
Di sinilah pitch deck jadi senjata rahasianya. Jangan bayangkan ini sebagai dokumen yang mencantumkan berbagai data yang rumit. Pitch deck boleh dibilang pintu masuk yang bisa membuka peluang besar bagi bisnis perusahaan.
Baca Juga: Disebut Duda Paling Berbahaya, Ini Tantangan Ardhito Pramono untuk Peran di 'Gudang Merica'
Apa itu pitch deck?
Pitch deck adalah presentasi singkat yang merangkum rencana bisnis perusahaan. Deck ini biasanya terdiri atas 10 hingga 15 slide. Isinya bukan cuma teks, tapi perpaduan antara data dan visual yang disampaikan melalui storytelling yang menggugah.
Di dalam slide tersebut, kamu bisa menunjukkan:
• Masalah yang ingin kamu selesaikan
• Solusi (produk/jasa) yang kamu tawarkan
• Target pasar
• Cara menghasilkan uang (model bisnis)
• Tim di balik layar
Presentasi singkat ini sering juga disebut sebagai investor deck atau startup slides. Intinya sama saja: sebuah ringkasan cepat agar orang lain paham visi besar kamu tanpa perlu membaca proposal yang tebal.
Tujuan pitch deck
Banyak orang mengira setelah mereka mempresentasikan pitch deck, investor akan langsung mentransfer uang miliaran rupiah. Faktanya tidak semudah itu.
Baca Juga: Takut Pekerjaan Mereka Digantikan AI, 1 dari 10 Karyawan Muda Putuskan Ganti Haluan Karier
Tujuan utama pitch deck adalah untuk mendapatkan pertemuan selanjutnya. Perlu kamu ketahui sebelumnya, mendapatkan pendanaan itu proses yang panjang. Tugas pertama kamu adalah membuat investor merasa penasaran.
Harapannya setelah melihat pitch deck kamu, mereka berkata, "Wah, menarik juga ide ini. Ayo kita ngobrol lebih dalam besok!" Kalau kamu sudah sampai di tahap itu, berarti presentasi kamu berhasil.
Namun orang biasanya nggak punya cukup waktu untuk mendengarkan presentasi berjam-jam. Investor atau calon mitra biasanya sangat sibuk. Karena itu pitch deck harus punya unsur seperti ini:
1. Ringkas, langsung ke intinya.
2. Visual, gambar dan grafik lebih mudah diingat daripada tumpukan paragraf.
3. Persuasif, menunjukkan mengapa bisnis kamu layak didukung.
Artikel Terkait
Setelah 15 Tahun Menjabat, Tim Cook Resmi Mundur dari Posisi CEO Apple. Siapa Penggantinya?
Karier Stagnan Bukan Satu-satunya Dampak Karena Internal Mobillity Rate di Perusahaan Rendah. Cek Lainnya!
4 Cerita Seru Di Balik Pembuatan 'Para Perasuk', Angga Yunanda Kerepotan Jadi Manusia Silver
Pekerjaan Entry-Level Makin Berkurang, Lalu Bagaimana Fresh Graduate Bisa Masuk Dunia Kerja?
The Power of Kepepet, Kenapa Kita Justru Paling Produktif Menjelang Deadline?
“Ta-Da List”, Cara Sederhana Biar Tetap Produktif Tanpa Tekanan
Lowongan Kerja Research Associate di Nusantics untuk Lulusan S2 Biologi Molekuler atau Biokimia