PejuangKantoran.com - Banyak orang mempertanyakan, kenapa sih kita harus belajar matematika dari SD sampai SMA? Bahkan beberapa jurusan IPS di universitas juga masih memberikan mata kuliah matematika.
Bukan apa-apa, matematika kan susah. Buat apa belajar susah-susah kalau nantinya tidak terpakai? Memangnya apa manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari?
Anggapan bahwa matematika adalah materi yang sulit dan menakutkan ternyata bukan cuma terjadi di kampus-kampus biasa, tapi juga di institusi elit dunia sekelas Universitas Yale.
Baca Juga: Mixue Menutup 428 Gerai Es Krimnya, Banyak Di Antaranya Berada di Indonesia dan Vietnam
Vu Ha Van, pakar matematika ternama asal Vietnam yang baru saja pindah dari Yale ke Universitas Hong Kong, mengungkapkan kenyataan pahit ini.
Menurutnya, sebagian besar mahasiswa melihat matematika sebagai hambatan yang harus dilewati, bukan sebagai alat yang bisa digunakan. Mereka belajar hanya demi nilai, tanpa benar-benar paham bagaimana cara menerapkannya di dunia nyata.
Dalam sebuah seminar di Vietnam baru-baru ini, Profesor Van menyoroti metode pengajaran yang sudah ketinggalan zaman dan kurikulum yang terlalu padat. Hal ini membuat lulusan universitas mungkin punya nilai tinggi, tapi bingung saat harus menerapkan ilmunya di pekerjaan.
"Kebanyakan mahasiswa masih belajar matematika cuma biar lulus mata kuliah, cuma buat bertahan hidup. Bahkan di universitas-universitas Amerika pun, mayoritas mahasiswanya punya pola pikir seperti ini," ujar Profesor Van.
Antara sinus, kosinus, dan kenyataan
Van menceritakan pengalaman lucu sekaligus miris saat ia pergi ke dokter gigi di Amerika. Ketika tahu Van adalah profesor matematika, dokter itu bertanya, "Apa manfaat matematika? Ada sinus dan kosinus, tapi saya tidak pernah memakainya untuk pekerjaan saya."
Baca Juga: Syuting Film 'Ikatan Darah' Bikin Derby Romero Kerja Bareng Teman-Teman Satu Tongkrongan
Keluhan semacam ini sering ia dengar, terutama soal integral dan turunan. Masalahnya bukan pada matematikanya, tapi karena materi yang diajarkan di sekolah sering kali tidak punya hubungan sama sekali dengan teknologi atau industri masa kini.
Kurikulum kita penuh dengan teori yang sangat berat. Van bilang, beberapa teori butuh waktu berbulan-bulan untuk dipahami, tapi ujung-ujungnya mungkin hanya terpakai kalau kita bekerja di NASA.
Sebaliknya, hal-hal dasar yang justru penting untuk kehidupan sehari-hari malah sering terlewat. Contohnya dalam investasi keuangan, kita perlu paham teori varians, tapi kebanyakan orang hanya punya pemahaman yang samar-samar soal itu.
Van memberikan perumpamaan yang menarik soal manfaat matematika. "Kalau kamu tinggal di desa nelayan, belajar berenang jelas jadi keahlian paling berguna buat kerjaan dan hidupmu."