PejuangKantoran.com - Di tengah sorotan publik terhadap frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden bahkan menggunakan dana pribadinya untuk menutupi kelebihan biaya yang timbul selama sejumlah perjalanan kenegaraan.
Pernyataan tersebut disampaikan Teddy sebagai respons atas berbagai kritik yang mempertanyakan intensitas lawatan internasional Presiden Prabowo sejak menjabat. Dalam beberapa bulan terakhir, perjalanan luar negeri kepala negara menjadi perbincangan publik karena dilakukan bersamaan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
Menurut Teddy, Prabowo sangat memperhatikan penggunaan anggaran negara selama menjalankan tugas diplomasi. Ia menegaskan bahwa apabila terdapat biaya yang melampaui alokasi resmi kunjungan, Presiden memilih menanggung selisih tersebut menggunakan dana pribadi sehingga tidak membebani keuangan negara. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan anggapan bahwa lawatan luar negeri Presiden menjadi beban berlebihan bagi APBN.
Baca Juga: 16 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026
Isu perjalanan luar negeri Presiden memang menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pengamat dan mantan diplomat sempat menyarankan agar Presiden mengurangi frekuensi kunjungan ke luar negeri dan lebih memprioritaskan agenda domestik. Kritik tersebut kemudian memicu klarifikasi dari pemerintah yang menilai lawatan internasional merupakan bagian penting dari strategi diplomasi dan ekonomi Indonesia.
Pemerintah berargumen bahwa berbagai kunjungan Presiden telah menghasilkan manfaat konkret, mulai dari peningkatan kerja sama ekonomi, komitmen investasi, hingga penguatan posisi Indonesia di panggung global. Salah satu hasil terbaru yang disorot pemerintah adalah capaian kerja sama ekonomi dan komersial dalam kunjungan Presiden ke Prancis yang disebut menghasilkan komitmen bernilai miliaran dolar AS.
Di sisi lain, Prabowo sendiri beberapa kali membela pentingnya diplomasi langsung dengan para pemimpin dunia. Ia menilai Indonesia kini semakin dihormati dalam hubungan internasional dan memiliki posisi strategis yang lebih kuat dalam berbagai isu global. Menurut Presiden, hubungan personal antarpemimpin negara juga berkontribusi terhadap terbukanya peluang kerja sama yang menguntungkan Indonesia.
Baca Juga: Kebisingan dan Produktivitas Kerja: Kenapa Suara di Sekitar Kita Bisa Menentukan Kinerja Otak
Sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo tercatat melakukan puluhan kunjungan resmi ke berbagai negara untuk menghadiri forum internasional maupun pertemuan bilateral. Aktivitas diplomasi yang intens tersebut menuai dua pandangan berbeda: sebagian pihak melihatnya sebagai langkah memperkuat pengaruh Indonesia di dunia, sementara pihak lain meminta evaluasi terhadap efektivitas dan efisiensi setiap perjalanan yang dilakukan.
Dengan adanya penjelasan dari Seskab Teddy, pemerintah berharap publik memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai pengelolaan anggaran dalam setiap kunjungan kenegaraan. Pemerintah menegaskan bahwa diplomasi luar negeri tetap dijalankan dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi sekaligus kepentingan strategis Indonesia di tingkat global.