PejuangKantoran.com - Banyak dari kita yang mungkin punya prinsip harus ada keseimbangan hidup alias work-life balance. Untuk itu, kamu bertekad setiap hari harus pulang tenggo pukul 17.00. Kalau ada email masuk, kamu sudah nggak mau membukanya lagi.
Tapi, CEO Thrive Global Arianna Huffington ternyata punya pandangan yang bakal bikin kamu mikir dua kali. Perusahaan teknologi itu berfokus pada kesehatan mental, tapi Ariana bilang kurang setuju dengan konsep keseimbangan hidup yang sering kita gaungkan itu.
"Saya rasa tidak ada orang dengan pekerjaan menarik yang bisa melakukan itu (menyelesaikan Apekerjaan tepat waktu)," ujar Ariana. "Buat saya, atau kebanyakan orang dengan pekerjaan menarik, tidak pernah ada waktu di mana hari itu benar-benar berakhir."
Baca Juga: Keuntungan dan Kerugian Mengirim Banyak Lamaran Pekerjaan, Meski Peluangnya Lebih Besar
Yang dia maksud sebenarnya bukannya orang harus siap bekerja 24 jam. Dia sendiri nggak punya jam kerja yang kaku. Dia akan berhenti bekerja kalau hal yang penting-penting sudah selesai, meski biasanya selalu ada sisa pekerjaan buat besok.
Menurutnya, kalau kamu bisa mencentang semua to do list dan selesai tepat waktu setiap hari, mungkin itu tanda bahwa pekerjaanmu kurang menantang.
"Saya bilang sama orang-orang, kalau kamu bisa menyelesaikan semuanya sebelum tidur, berarti pekerjaan kita tidak cukup menarik," ungkapnya. "Kamu sebaiknya ganti pekerjaan, karena pekerjaan yang menarik itu membuat ada hal-hal nggak bakal selesai begitu saja setiap harinya."
Kata-katanya pedas, tapi kamu jangan salah paham dulu. Dia bukan mengajak kita untuk kerja rodi sampai tumbang. Pendiri kelompok media The Huffington Post itu sendiri punya pengalaman buruk soal kelelahan parah yang dialaminya tahun 2007. waktu itu dia sampai pingsan karena kerja 18 jam sehari sampai kepalanya menghantam meja.
Pelajaran yang dia ambil bukan untuk bekerja lebih sedikit, melainkan bagaimana menjaga bahan bakar diri sendiri. Yang dia maksud bukan bekerja dengan hitungan jam kerja, melainkan dengan hitungan energi yang kita miliki.
"Kita tidak berpikir dalam hitungan jam kerja, tetapi dalam hitungan bahan bakar untuk diri sendiri," katanya. "Apakah kita sudah memberi diri kita bahan bakar untuk memperbarui diri, mengisi ulang daya, dan mulai lagi?"
Baca Juga: 5 Strategi agar Lebih Konsisten Mengirim Lebih Banyak Lamaran Pekerjaan, sesuai Kondisi Kamu
Untuk punya bahan bakar itu, menurut Ariana kuncinya adalah tidur cukup, yaitu sekitar 7 sampai 9 jam sehari. Kalau kamu sudah tidur cukup dan menjaga kesehatan lewat olahraga serta nutrisi yang baik, kamu akan jauh lebih efektif saat bekerja.
Buat Ariana, pekerjaan bukan beban yang harus dipisahkan dari kehidupan. Justru, pekerjaan bisa jadi hal yang sangat memuaskan kalau kita menikmatinya. Dia merasa beruntung bisa melakukan apa yang dia suka dengan orang-orang yang dia sayangi.
Jadi, selama kita meluangkan waktu untuk men-charge diri kita, entah itu bersama keluarga, teman, olahraga, dan makan sehat, maka bekerja di waktu lainnya bakal jadi menyenangkan. Kalau kamu malah stres, mungkin kamu belum punya bahan bakar untuk menjaga kesehatan mental kamu.