5 Strategi agar Lebih Konsisten Mengirim Lebih Banyak Lamaran Pekerjaan, sesuai Kondisi Kamu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 Juni 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi: Jika kamu sedang tidak bekerja, jadikan proses mencari pekerjaan sebagai full time job kamu. (PejuangKantoran.com/Gemini AI)
Ilustrasi: Jika kamu sedang tidak bekerja, jadikan proses mencari pekerjaan sebagai full time job kamu. (PejuangKantoran.com/Gemini AI)


PejuangKantoran.com - Berdasarkan analisis dari 12 laporan industri dari platform pencari kerja seperti Indeed, ZipRecruiter, Glassdoor, dan Gem, setidaknya kamu butuh 32 sampai 200 lamaran pekerjaan hanya untuk mendapatkan satu penawaran kerja.

Analisis dari laporan platform Huntr pada kuartal kedua 2025 terhadap 461.000 lamaran kerja, 10% pencari kerja yang paling aktif bisa mengirim sampai 19 lamaran pekerjaan per minggu. Itu artinya, hampir 4 lamaran dikirim setiap harinya.

Artinya, kita memang harus lebih giat lagi mencari lowongan pekerjaan. Meski begitu, jangan hanya melamar sebanyak-banyaknya, tapi juga seberapa berkualitas lamaran yang kamu kirim.

Baca Juga: ONIC Kairi Kagum dengan Pemeran Dirinya di 'Nobody Loves Kay': Kayak Punya Adik Lagi!

Jadi, hindari mengirim satu jenis lamaran ke berbagai perusahaan. Pastikan kamu selalu menyesuaikan resume dan surat lamaran agar benar-benar cocok dengan posisi yang ditawarkan.

Strategi mengirim banyak lamaran kerja 

Jumlah lamaran pekerjaan yang kita kirimkan setiap hari mungkin bervariasi tergantung pada tahap karier kita, atau industri yang kita jalani.

Mengirim dua atau tiga lamaran setiap hari sebenarnya masih wajar, tapi kamu bisa mengubah strategi supaya bisa lebih konsisten dalam mengirim lebih banyak lamaran pekerjaan.

Berikut kiat mengirim lamaran pekerjaan sesuai kebutuhan:

1. Mahasiswa tingkat akhir. Kalau kamu sedang ada di semester terakhir, luangkan waktu sekitar 10 sampai 20 jam seminggu untuk berburu pekerjaan. Manfaatkan bursa kerja di kampus, riset perusahaan impian, dan jangan ragu datangi pusat layanan karier di kampus.

Baca Juga: Jangan Kaget, Ini Jumlah Lamaran Kerja yang Harus Dikirim per Hari agar Dapat Penawaran Kerja

Fokus saja untuk posisi entry-level. Ingat, tugas utamamu tetap menyelesaikan kuliah, jadi pinter-pinter aja membagi waktu antara tugas, ujian, dan mencari pekerjaan.

2. Sedang tidak punya pekerjaan (unemployed). Jika kamu sedang tidak bekerja karena berbagai sebab, jadikan proses cari kerja ini sebagai full time job kamu. Luangkan waktu 30 sampai 40 jam seminggu untuk mencari lowongan.

Biar nggak stres, bikin target harian yang terstruktur. Misalnya, pagi hari dipakai untuk riset dan kirim lamaran, siang untuk istirahat, dan sore hari gunakan untuk networking atau membalas email.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed, Growthhackyourcareer.com/, Lifeshack.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X