PejuangKantoran.com - Berdasarkan analisis dari 12 laporan industri dari platform pencari kerja seperti Indeed, ZipRecruiter, Glassdoor, dan Gem, setidaknya kamu butuh 32 sampai 200 lamaran pekerjaan hanya untuk mendapatkan satu penawaran kerja.
Analisis dari laporan platform Huntr pada kuartal kedua 2025 terhadap 461.000 lamaran kerja, 10% pencari kerja yang paling aktif bisa mengirim sampai 19 lamaran pekerjaan per minggu. Itu artinya, hampir 4 lamaran dikirim setiap harinya.
Artinya, kita memang harus lebih giat lagi mencari lowongan pekerjaan. Meski begitu, jangan hanya melamar sebanyak-banyaknya, tapi juga seberapa berkualitas lamaran yang kamu kirim.
Baca Juga: ONIC Kairi Kagum dengan Pemeran Dirinya di 'Nobody Loves Kay': Kayak Punya Adik Lagi!
Jadi, hindari mengirim satu jenis lamaran ke berbagai perusahaan. Pastikan kamu selalu menyesuaikan resume dan surat lamaran agar benar-benar cocok dengan posisi yang ditawarkan.
Strategi mengirim banyak lamaran kerja
Jumlah lamaran pekerjaan yang kita kirimkan setiap hari mungkin bervariasi tergantung pada tahap karier kita, atau industri yang kita jalani.
Mengirim dua atau tiga lamaran setiap hari sebenarnya masih wajar, tapi kamu bisa mengubah strategi supaya bisa lebih konsisten dalam mengirim lebih banyak lamaran pekerjaan.
Berikut kiat mengirim lamaran pekerjaan sesuai kebutuhan:
1. Mahasiswa tingkat akhir. Kalau kamu sedang ada di semester terakhir, luangkan waktu sekitar 10 sampai 20 jam seminggu untuk berburu pekerjaan. Manfaatkan bursa kerja di kampus, riset perusahaan impian, dan jangan ragu datangi pusat layanan karier di kampus.
Baca Juga: Jangan Kaget, Ini Jumlah Lamaran Kerja yang Harus Dikirim per Hari agar Dapat Penawaran Kerja
Fokus saja untuk posisi entry-level. Ingat, tugas utamamu tetap menyelesaikan kuliah, jadi pinter-pinter aja membagi waktu antara tugas, ujian, dan mencari pekerjaan.
2. Sedang tidak punya pekerjaan (unemployed). Jika kamu sedang tidak bekerja karena berbagai sebab, jadikan proses cari kerja ini sebagai full time job kamu. Luangkan waktu 30 sampai 40 jam seminggu untuk mencari lowongan.
Biar nggak stres, bikin target harian yang terstruktur. Misalnya, pagi hari dipakai untuk riset dan kirim lamaran, siang untuk istirahat, dan sore hari gunakan untuk networking atau membalas email.
Artikel Terkait
Psikolog Soroti Viralitas Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng”, Awas Bisa Memengaruhi Persepsi Publik
Tren Baru, Gen Z di China Pilih Profesi jadi Pendamping Naik Gunung
Ketahui Perbedaan Utama Antara Travel Grant dengan Beasiswa (Scholarship) Supaya Kamu Tahu Minat yang Mana
7 Lembaga Internasional yang Punya Program Travel Grant yang Prestisius yang Wajib Masuk Daftar Kamu
Dua Lipa dan Callum Turner Menikah Diam-Diam di London, Siapkan Perayaan Mewah di Sisilia
Rekomendasi Kurangi Kunjungan Luar Negeri Prabowo dari Dino Patti Djalal Ini yang Bikin Seskab Teddy Angkat Bicara
Apa yang Terjadi Kalau Kamu Makan Roti Sourdough Setiap Hari? Ini Kata Ahli Gizi