PejuangKantoran.com – Sempat melihat konten di media sosial yang memperlihatkan Dieng dan Bromo berubah menjadi padang es? Bingung mengapa negara tropis seperti kita bisa mengalami fenomena yang umumnya terjadi di negara 4 musim?
Fenomena yang biasa disebut bediding (dari Bahasa Jawa bedhidhing), secara konteks ilmiah sesuai penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa bediding bukanlah fenomena cuaca ekstrem yang melanda secara tiba-tiba, melainkan suatu dinamika iklim musiman yang normal, karena lonjakan suhu yang mencolok antara siang dan malam hari.
Baca Juga: Festival Dieng 2024 Akan Kembali Digelar, Saksikan Ruwatan Anak Gimbal
Baca Juga: Kawasan Gunung Bromo Disebut sebagai Taman Nasional Terindah Peringkat Ketiga di Dunia
Baca Juga: Muncul Fenomena Tornado Api di Kebakaran Gunung Bromo yang Makin Meluas, Ini Penjelasan BMKG
Mengapa Fenomena Bediding Bisa Terjadi?
Secara ilmiah ada dua faktor yang bisa membentuk fenomena bediding:
1. Efek Angin Monsun Australia. Pada periode pertengahan tahun, Benua Australia sedang mengalami puncak musim dingin. Hal ini memungkinkan pergerakan angin dari tempat yang lebih dingin dan kering ke arah utara.
Massa udara dingin dan kering dari wilayah selatan mengalir menuju Benua Asia melewati wilayah Indonesia (dikenal sebagai Angin Monsun Timur atau Monsun Australia). Aliran angin ini bisa membuat udara di Indonesia menjadi lebih dingin.
Ketiadaan "Selimut" Awan di Langit
2. Massa udara dari Australia bersifat kering dan minim uap air. Akibatnya, langit di atas Indonesia cenderung sangat cerah dan bersih tanpa tutupan awan. Pada siang hari, radiasi matahari langsung menghantam bumi tanpa penghalang.
Namun, pada malam hari, ketiadaan awan membuat seluruh energi panas yang diserap bumi pada siang hari langsung dipancarkan kembali secara bebas ke atmosfer luar tanpa ada yang memantulkannya kembali ke permukaan.
Proses pelepasan panas yang sangat cepat ini memicu pendinginan permukaan bumi secara tiba-tiba dan masif. Akibatnya di pagi hari terlihat hamparan padang es di beberapa bagian Pulau Jawa seperti Dieng dan Bromo.
Fenomena seperti ini sebenarnya bisa dirasakan di beberapa wilayah Indonesia. Hanya saja perubahan cuacanya tidak seekstrem yang terjadi di Dieng dan Bromo. Karena 2 wilayah ini memang dataran tinggi dan punya suhu udara lebih dingin dari daerah lain di Indonesia.