news

Fenomena Gaya Hidup Sehat Masyarakat Indonesia, Kenapa Gen Z dan Milenial Jaman Now Suka Banget Olahraga?

Selasa, 21 Juli 2026 | 20:30 WIB
Tren olahraga di Indonesia bergeser menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama bagi kalangan Gen Z dan generasi milenial. Badminton menjadi olahraga favorit untuk Gen Z. (Pejuang Kantoran/Google Gemini)

PejuangKantoran.com - Tren olahraga di Indonesia kini telah bergeser menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama bagi kalangan Gen Z dan generasi milenial yang kian sadar akan pentingnya kesehatan fisik serta mental. Berdasarkan laporan riset terbaru bertajuk Understanding Indonesia's Sports Trends yang dirilis oleh Populix, tercatat sebanyak 94% anak muda di Indonesia aktif melakukan aktivitas olahraga rutin minimal satu kali dalam seminggu. Fenomena "tiba-tiba jadi atlet" ini memperlihatkan antusiasme tinggi terhadap berbagai cabang kebugaran. Mulai dari olahraga lari komunitas yang fleksibel hingga jenis olahraga baru yang viral di media sosial, aktivitas fisik kini menjadi sarana rekreasi sekaligus identitas sosial yang melekat kuat pada keseharian generasi muda saat ini.

Baca Juga: Nggak Sempet ke Gym? Yuk Kita Lakukan VILPA, Olahraga bagi yang Sibuk, Sehat Tanpa Perlu ke Gym

Baca Juga: Teknologi dalam Genggaman untuk Sehat: Bagaimana Wearable Device Mempersonalisasi Olahraga Anda

Mengapa Olahraga Menjadi Tren Gaya Hidup Gen Z dan Millenial?

Bagi Generasi Z, berolahraga bukan lagi sekadar kegiatan fisik untuk membakar kalori atau menurunkan berat badan. Fenomena ini telah bertransformasi menjadi simbol produktivitas, ekspresi diri, dan ajang sosialisasi. Ada beberapa faktor utama yang mendorong masifnya tren hidup sehat ini:

  • Kesehatan Mental (Stress Relief): Di tengah padatnya tekanan akademik maupun dunia kerja, olahraga menjadi pelarian positif bagi anak muda untuk melepaskan penat dan menjaga kesehatan mental mereka.
  • Pengaruh Media Sosial: Konten visual berupa aesthetic sportswear, dokumentasi OOTD (Outfit of the Day) saat tenis, hingga membagikan hasil rute lari di aplikasi digital memperkuat eksistensi mereka di ranah daring.
  • Ekosistem Komunitas: Bergabung ke dalam running club atau komunitas olahraga berkelompok memberikan ruang untuk memperluas jaringan pertemanan dan mencari relasi baru yang satu frekuensi.

Daftar Olahraga Paling Populer Pilihan Generasi Muda

Data dari Survey Populix 1.030 responden menunjukkan variasi jenis olahraga yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia:

  1. Olahraga Lapangan: Badminton Tetap Juara

Bulul tangkis atau badminton menempati posisi teratas sebagai olahraga lapangan yang paling digemari, dengan persentase mencapai 56% responden. Olahraga ini diminati karena sifatnya yang seru, kompetitif, dan mudah dimainkan bersama teman-teman dalam bentuk komunitas olahraga.

  1. Olahraga Kardio & Rekreasi: Lari Jadi Primadona

Aktivitas lari, jogging, hingga partisipasi dalam acara fun run mendominasi pilihan rekreasi mandiri dengan angka 44% peminat. Karakteristik olahraga lari yang fleksibel, minim peralatan mahal, dan mudah diakses di sekitar rumah menjadikannya pilihan praktis di sela-sela kesibukan.

  1. Bersepeda dan Berenang

Di urutan berikutnya, olahraga luar ruangan (outdoor) seperti bersepeda mencatatkan angka 32%, disusul oleh berenang sebanyak 27%.

  1. Gym dan Latihan Beban (Weight Training)

Gaya hidup membentuk massa otot dan menjaga kebugaran di pusat kebugaran juga terus naik daun. Sebanyak 26% responden memilih aktivitas gym atau latihan beban untuk menjaga bentuk fisik yang ideal dan prima.

Munculnya Tren Olahraga Baru: Padel

Selain olahraga konvensional, riset bertajuk "Understanding Indonesia's Sports Trends" ini juga menangkap dinamika ketertarikan anak muda terhadap jenis olahraga baru, salah satunya adalah Padel.

Hampir setengah dari total responden menyatakan ketertarikannya untuk mencoba olahraga ini. Kendati minatnya tinggi, masyarakat masih menghadapi beberapa tantangan di lapangan. Hambatan utama yang sering ditemui mencakup keterbatasan fasilitas lapangan khusus padel di daerah mereka serta minimnya informasi mengenai tata cara permainan olahraga tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini