PejuangKantoran.com – Iklim Sepakbola Asia Tenggara kembali bergemuruh dengan dilangsungkannya ASEAN Championship mulai dari 24 Juli sampai 26 Agustus 2026. Indonesia pada pertandingan pertama berhasil melumat Kamboja dengan skor 5-1. Selain itu aka nada kompetisi resmi dari FIFA yang diberi tajuk FIFA Asean Cup, yang akan dilangsungkan pada 23 September hingga 3 Oktober 2026.
Untuk yang awam mungkin kedua turnamen ini terlihat sama dan membingungkan, padahal buat federasi sepakbola masing-masing negara kedua turnamen itu punya perbedaan signifikan dan skala prioritas yang berbeda.
Baca Juga: Menyingkap Rahasia Erling Haaland: Kisah di Balik Monster Gol yang Mengguncang Jagat Sepak Bola
Biar tidak bingung berikut perbedaan kedua kompetisi tersebut:
- Penyelenggara dan Legitimasi Global
- ASEAN Championship. Bisa dibilang turnamen ini adalah salah satu turnamen tertua yang mempertemukan timnas sepakbola negara-negara Asia Tenggara. Digagas oleh Federasi Sepak Bola Asean (AFF), turnamen ini sudah berlangsung selama 30 tahun sejak edisi pertama tahun 1996. Fun fact mirisnya, Indonesia yang terbilang kuat di Asia Tenggara, timnas sepak bola pria senior Indonesia belum pernah juara di kompetisi ini.
- FIFA ASEAN Cup. Merupakan kompetisi baru dan digagas oleh FIFA bekerjasama dengan AFF, untuk lebih memajukan iklim sepak bola di Asia Tenggara. Diinsipirasi oleh suksesnya FIFA Arab Cup, edisi perdana FIFA Asean Cup akan dilangsungkan tahun ini.
- Status Kalender Internasional (Jeda FIFA)
- ASEAN Championship. Turnamen ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA Matchday. Dampak besarnya, klub-klub (terutama di luar negeri atau Eropa) tidak wajib melepas pemain mereka ke tim nasional. Timnas Indonesia yang banyak diperkuat pemain liga-liga Eropa termasuk yang kesulitan atas kebijakan ini. John Herdman buat ASEAN Cup 2026 menggunakan talenta lokal termasuk pemain-pemain naturalisasi yang bermain di Liga 1 Indonesia. Alhasil line up timnas Indonesia pun terlihat “mewah”.
- FIFA ASEAN Cup. Kompetisi ini masuk dalam kalender resmi jeda internasional FIFA (FIFA International Window). Berdasarkan regulasi universal, klub di seluruh dunia wajib melepas pemain mereka. Hal ini menjamin tim nasional bisa memanggil seluruh pemain terbaiknya, termasuk para pemain diaspora yang merumput di Eropa.
- Jadwal dan Format Kompetisi
- ASEAN Championship. Berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Formatnya menggunakan sistem grup, lalu dilanjutkan dengan semifinal dan final yang menggunakan sistem home-away (kandang-tandang) tradisional. Diikuti oleh 10 negara peserta di baawah naungan AFF.
- FIFA ASEAN Cup. Dijadwalkan berlangsung menjelang akhir tahun, tepatnya pada 23 September hingga 3 Oktober 2026. Turnamen perdana ini direncanakan diikuti oleh 14 tim yang dibagi ke dalam sistem dua divisi berdasarkan peringkat FIFA terbaru. Indonesia sendiri ditunjuk menjadi tuan rumah untuk laga Divisi Satu yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
- Poin Ranking FIFA dan Sokongan Dana
- ASEAN Championship. Poin ranking FIFA yang didapatkan dari turnamen ini relatif kecil karena kategorinya setara dengan pertandingan persahabatan di luar kalender resmi.
- FIFA ASEAN Cup. Menawarkan bobot poin ranking FIFA yang jauh lebih tinggi. Kabarnya turnamen FIFA ini menjadi rebutan banyak negara karena seluruh biaya pelaksanaan, akomodasi pesawat, hotel tim, hingga uang hadiah ditanggung penuh oleh FIFA.
Secara sederhana, ASEAN Championship (Piala AFF) yang sedang berlangsung saat ini adalah turnamen pembuktian gengsi lokal yang diisi oleh mayoritas pemain liga domestik. Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup 2026 pada September nanti akan menjadi panggung 'perang bintang' yang sesungguhnya, di mana setiap negara akan turun dengan kekuatan penuh dan skuad terbaik demi trofi resmi dari FIFA.
Baca Juga: Evolusi Jersey Sepak Bola Mulai dari Mirip Pakaian Sehari-hari Hingga yang Peduli Lingkungan Hidup