Pejuangkantoran.com – Kebakaran hutan yang terjadi dan lahan yang terjadi di Indonesia masih terus ditangani. Menurut BNPB dalam web site mereka, kejadian karhutla dilaporkan dari berbagai wilayah dengan luasan dan kondisi penanganan yang beragam.
Hingga hari Ahad (23/8/2026), sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan. Ini karena tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran.
Pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan dukungan lebih lanjut berupa water bombing dan tambahan armada pemadam untuk menangani area yang sulit dijangkau dengan penanganan darat.
Dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, (24/8/2026), Pangdam Riau Mayjen Agus Hadi Waluyo melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, bahwa pasukan freefall TNI sudah siap diterjunkan langsung ke Lokasi kebakaran yang sulit dijangkau pasukan darat maupun kendaraan.
Pasukan ini adalah bagian dari Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) yang diinisiasi Panglima TNI. Tim Alfa juga telah disiapkan, termasuk penerjun freefall terbaik yang dikumpulkan dari pusat untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla di Riau.
Di luar Indonesia, pasukan khusus seperti ini, pasukan yang diterjunkan ke lokasi-lokasi kebakaran hutan melalui udara, namanya smokejumper.
Secara prinsip sama, karena smokejumper adalah petugas pemadam kebakaran hutan/lahan yang diterjunkan dengan parasut dari pesawat ke lokasi kebakaran yang sulit atau terlalu jauh dijangkau melalui jalan darat.
Bedanya, smokejumper tidak merupakan bagian dari militer, namun petugas pemadam kebakaran hutan (wildland firefighters) yang bekerja dalam organisasi pengelola hutan atau lembaga penanggulangan kebakaran sipil.
Istilahnya berasal dari smoke (asap kebakaran) dan jumper (orang yang melompat/terjun).
Ciri utama smokejumper:
- Diangkut dengan pesawat menuju area kebakaran.
- Terjun dengan parasut (parachute insertion) di dekat lokasi kebakaran.
- Membawa perlengkapan pemadaman dan peralatan bertahan hidup.
- Bekerja di medan yang terpencil, sulit diakses, atau tidak memiliki akses kendaraan.
- Sering bertugas melakukan initial attack, yaitu upaya pemadaman pada fase awal
Baca Juga: Viral Pengendara di Kalsel Saling Bunyikan Klakson Sebagai Tanda, Karena Kabut Asap Karhutla
Smokejumper Pertama Kali di Dunia
Negara yang punya smokejumper pertama kali adalah Uni Soviet (sekarang Rusia). Pada tahun 1926, Uni Soviet menerbangkan pertama kali pesawat pengintai kebakaran hutan.