Smokejumper Adalah Petugas Pemdaam Kebakaran yang Diterjunkan Dari Pesawat. Negara Mana yang Pertama Kali Punya?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Ilustrasi smokejumpers yang sedang diterjunkan di area paling dekat dengan kebakaran hutan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi smokejumpers yang sedang diterjunkan di area paling dekat dengan kebakaran hutan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pesawat yang lepas landas dari Leningrad ini memang belum menerjunkan pasukan. Sementara, pada tahun 1934 baru ada ide pembentukan smokejumper pertama di Amerika Serikat.

Ide ini diusulkan oleh T.V. Pearson. Ia adalah Regional Forester (semacam kepala wilayah kehutanan) untuk Intermountain Region (Region 4) milik U.S. Forest Service, wilayah yang mencakup sebagian besar Idaho tengah.

Pada tahun 1935, percobaan penerjunan pertama kali smokejumper di dunia dilakukan di wilayah Gorkiy, Uni Soviet. Sebuah kelompok yang terdiri dari 3 orang di bawah pimpinan Georgiy A. Mokeev melakukan 50 kali lompatan dari pesawat U-2 menggunakan parasut PT-1, dan berhasil menentukan ketinggian ideal untuk terjun yaitu 300–400 meter.

Dan pada musim semi tahun 1936 di wilayah Krasnoborsk (Archangel), secara resmi, Mokeev melatih kelompok pertama yang terdiri dari 17 smokejumper Soviet, termasuk satu perempuan, Claudia Feodorovna Obrucheva.

Baca Juga: Apa yang Bakal Terjadi Ketika Kabut Asap Sampai Malaysia? Bagaimana Dampaknya ke Bisnis dan Pekerja Indonesia

Tugas utama mereka saat itu adalah memobilisasi dan mengarahkan warga desa terdekat untuk ikut memadamkan api, karena pesawat U-2 yang mereka gunakan hanya muat untuk pilot dan satu penerjun.

Baru pada Februari 1936, organisasi resmi pertama di dunia yang menangani operasi pemadam kebakaran hutan lewat udara, Lesavia (All-Union Government Forestry Aviation Trust), dibentuk. Berpusat di Leningrad, organisasi ini mendirikan 4 pangkalan permanen di Semyonov, Krasnoborsk, Krasnoyarsk, dan Solikamsk, Uni Soviet.

Menjelang 1939, Lesavia sudah mencatatkan sekitar 7.000 jam terbang per tahun, dengan 11 sub-pangkalan operasional dan banyak landasan pacu yang dibuka di tengah hutan taiga. Sedagkan di tahun yang sama, Amerika Serikat baru melakukan uji coba pertama kali smokejumper.

Organisasi penerus Lesavia, yaitu Avialesookhrana, masih beroperasi hingga sekarang dan menjadikan Rusia sebagai negara dengan jumlah smokejumper terbanyak di dunia. Saat ini ada sekitar 4.000 orang, jauh melebihi AS yang hanya sekitar 500 orang. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: BNPB, kompas.com, Berbagai Sumber, nifc.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X