news

Sabtu Sunyi, Momen untuk Merenungkan Wafat Yesus dan Penantian Atas Kebangkitan-Nya

Sabtu, 8 April 2023 | 14:37 WIB
Ilustrasi: Sabtu Sunyi menjadi momen untuk merenungkan wafat Yesus, dan menantikan kebangkitan-Nya. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Umat Katolik memperingati hari ini, Sabtu (8/4/2023), sehari sebelum Paskah, sebagai Sabtu Suci atau Sabtu Sunyi.

Jadi Sabtu Sunyi pada dasarnya adalah periode waktu antara Jumat Agung (Penyaliban Yesus) dan Minggu Paskah (Kebangkitan Yesus).

Pekan Suci dimulai dengan hari Minggu Palma dan berakhir dengan perayaan yang mulia pada Minggu Paskah.

Pada Minggu Palma, orang-orang berbaris di jalan-jalan meneriakkan pujian Yesus memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai.

Baca Juga: Paus Fransiskus Tidak Menghadiri Jalan Salib dan Ibadat Jumat Agung

Kamis Putih (Maundy Thursday) adalah hari yang diperingati berikutnya, di mana Yesus melakukan perjamuan terakhir (The Last Supper) dengan rasul-rasulnya.

Pekan Suci berlanjut dengan peringatan penyaliban dan wafat Yesus pada Jumat Agung dan Sabtu Sunyi.

Para rasul tercerai-berai ketika Yesus ditangkap, dan mereka menghabiskan hari Sabtu untuk bersembunyi karena khawatir akan ditangkap.

Sabtu Sunyi menjadi momen keputusasaan dan kebingungan ketika para rasul berusaha memahami pengkhianatan Yudas seusai perjamuan terakhir, dan pembunuhan Yesus esok harinya.

Makna Sabtu Suci

Sabtu Sunyi menandai berakhirnya Masa Prapaskah, atau masa puasa dan pantang umat Katolik yang dimulai pada Rabu Abu (22/2/2023). 

Baca Juga: Makna Jumat Agung dan Kisah Sengsara Yesus Kristus

Puasa pada hari Sabtu Suci tidak wajib, tetapi umat Katolik masih bisa memilih untuk berpuasa jika memungkinkan, atau berpantang tidak makan daging.

Sabtu Suci adalah hari refleksi dan berkabung yang dalam. Umat Katolik menggunakan hari ini untuk memperingati hari bahwa Yesus Kristus berbaring di makam setelah penyaliban-Nya.

Umat berdoa dan merenung sebagai penantian atas kebangkitan Yesus pada Minggu Paskah. Umat mengenang pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa mereka, dan merenungkan makna kematian dan kebangkitannya.

Halaman:

Tags

Terkini