3. Tidak mengeraskan bacaan dalam salat
Alasannya karena salat gerhana matahari termasuk salat yang dikerjakan di siang hari atau nahariyah sehingga dianjurkan untuk memelankan bacaan saat salat.
4. Disunnahkan untuk berkhutbah jika salat dilakukan berjamaah
Namun, berbeda dengan khutbah saalat Jumat, khutbah salat gerhana matahari dilaksanakan setelah salat, bukan sebelumnya. Isi khutbah yang diberikan khatib adalah motivasi untuk melaksanakan kebaikan, seperti taubat dan sedekah, serta mengajak jamaah untuk meninggalkan maksiat.
Jika salat gerhana matahari dilakukan sendiri, anjuran khutbah tidak berlaku.
Baca Juga: Resep Praktis Lebaran Teman Ketupat: Lontong Ayam
5. Disunnahkan tidak melakukannya secara berjamaah jika terjadi hal tertentu
Hal tertentu yang dimaksud adalah jika terjadi gempa, petir besar, dan angin kencang bersamaan dengan gerhana matahari.
Tata cara melakukan salat gerhana matahari
Menurut Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, salat gerhana matahari dilakukan saat awal perubahan matahari sampai sinarnya terang kembali, atau sampai terbenamnya matahari meskipun masih dalam keadaan gerhana.
Ada tiga cara melakukan salat gerhana matahari, seperti yang dijelaskan dalam kitab Syarah Yaqutun Nafis, yaitu:
- Cara paling mudah dan ringan: Salat dua rakaat seperti shalat sunnah tahiyatul masjid dengan bacaan yang pendek.
- Cara yang biasa: Salat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaat, tetapi tetap tidak memperpanjang bacaannya.
- Cara paling utama: Salat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaatnya, serta memperpanjang bacaan salat.
Apapun cara salat yang dipilih, sebaiknya awali dengan niat:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan likusûfisy syamsi rak’ataini lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Saya niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta’âla.”