news

LinkedIn Pangkas Lebih dari 700 Karyawan dan Tutup Aplikasi di China

Rabu, 10 Mei 2023 | 17:26 WIB
Jaringan media sosial untuk mencari pekerjaan, LinkedIn, mem-PHK 700 karyawan. (Pixabay )

Hal ini dilakukan setelah banyak perusahaan yang menarik diri dari negara itu pada 2021. Alasannya karena China disebut sebagai lingkungan yang "menantang".

"Terlepas dari kemajuan awal kami, InCareer menghadapi persaingan yang ketat dan iklim ekonomi makro yang menantang, yang pada akhirnya membawa kami pada keputusan untuk menghentikan layanan," kata perusahaan kepada pengguna situs web.

Meski begitu, menurut juru bicara perusahaan, LinkedIn akan mempertahankan kehadirannya di China untuk membantu perusahaan yang beroperasi di sana dalam mempekerjakan dan melatih karyawan di luar negeri.

Banyak perusahaan teknologi PHK karyawan

Di sektor teknologi, banyak perusahaan besar yang telah menyumbang sebagian besar PHK karyawan belakangan ini. Salah satu yang paling banyak adalah Amazon.com Inc (AMZN.O), yaitu sebanyak 27.000 karyawan, terbanyak dalam sejarahnya.

Baca Juga: Demi Memangkas Anggaran, General Motors PHK Ratusan Karyawan Kontrak

Setelah itu ada induk perusahaan Facebook, Meta Platforms Inc (META.O), yang memotong 21.000 karyawan. Kemudian induk Google Alphabet Inc (GOOGL.O) yang juga memberhentikan 12.000 karyawan.

Sebelum pengumuman LinkedIn, 5.000 pekerjaan teknologi telah ditiadakan pada Mei ini, menurut Layoffs.fyi.

Sementara Microsoft, perusahaan yang membeli LinkedIn sekitar $26 miliar pada 2016, telah mengumumkan sekitar 10.000 PHK karyawan dalam beberapa bulan terakhir.

Microsoft harus mengeluarkan US$1,2 miliar untuk membiayai PHK tersebut. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini