news

Ende, Kota Pengasingan Presiden Soekarno Sekaligus Tempat Ia Merenungkan Konsep Pancasila

Kamis, 1 Juni 2023 | 15:25 WIB
Patung Soekarno di bawah pohon sukun, 700 meter dari rumah pengasingannya di Ende, tempat ia merenungkan nilai-nilai luhur Pancasila. (Ianburnetbooks.com/Ian Burnet)

PejuangKantoran.com - Tiap 1 Juni, Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, yang ditetapkan sebagai hari libur nasional.Rasanya tidak ada rakyat Indonesia yang tidak tahu Pancasila dan kelima silanya.

Namun, tahukah kamu di mana Pancasila lahir? Di mana Presiden pertama Indonesia, Soekarno, memikirkan konsep mengenai Pancasila, yang saat ini menjadi dasar negara kita?

Baca Juga: Tegaskan Indonesia Tak Dapat Didikte Siapapun, Jokowi: Pancasila Relevan untuk Dunia

Gagasan mengenai Pancasila lahir di Ende, ibukota Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, Ende merupakan kota kabupaten terbesar di Pulau Flores, berdasarkan jumlah penduduknya.

Tempat pengasingan Soekarno

Sebelum Indonesia merdeka, Soekarno pernah diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Ende,  Pulau Flores, dari 1934 hingga 1938. Penyebabnya karena aktivitas politiknya yang dianggap mengancam Pemerintah Hindia Belanda.

Bapak Proklamator Indonesia yang awalnya tidak memiliki tempat tinggal setelah diasingkan ke Ende, kemudian menemukan sebuah rumah kontrakan yang menghadap ke timur. Rumah bergaya arsitektur Belanda itu milik Haji Abdulah Ambuwaru. 

Setelah Soekarno resmi menjadi Presiden pertama Indonesia, ia meresmikan rumah tersebut sebagai museum. Saat ini, rumah yang penuh sejarah itu dikenal sebagai "Rumah Pengasingan Soekarno" dan terbuka untuk umum.

Patung Soekarno di bawah pohon sukun

Sekitar 700 meter dari rumah Soekarno di Ende ini, ada pohon sukun yang berhadapan langsung dengan Pantai Ende. Kabarnya, ayah dari Megawati Soekarnoputri ini sering duduk di bawah pohon ini untuk merenung.

Ia membayangkan sebuah negara bersatu yang disebut Indonesia. Berdasarkan pengakuannya, di sinilah konsep mengenai Pancasila sebagai landasan filosofis Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digagas.

Baca Juga: Ingin Datang ke Festival Lampion Waisak 2023 di Candi Borobudur? Ini Tipsnya agar Berjalan Lancar

"Di kota ini kutemukan lima butir mutiara. Di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila," begitu kata-kata Soekarno yang tertulis di salah satu dinding rumah pengasingannya.

Kelak, Soekarno merumuskan Pancasila dengan lima silanya itu bersama Moh. Yamin dan Soepomo. Mereka menyampaikan usulan mengenai Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang BPUPKI.

Saat ini, patung Soekarno yang duduk di bawah pohon sukun dan merenung sambil memandangi Pantai Ende masih dapat dilihat di tempat yang sama.

Halaman:

Tags

Terkini