Stop Merokok Sekarang Juga, Risiko Kematian Akibat Jantung Koroner Turun 50 Persen

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 1 Juni 2023 | 12:04 WIB
Darah tinggi, atau hipertensi, adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal yang sehat. ( freepik.com)
Darah tinggi, atau hipertensi, adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal yang sehat. ( freepik.com)

PejuangKantoran.com - Rokok dan hipertensi menjadi beberapa faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan kardiovaskular. Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit mematikan di urutan teratas bukan saja global tapi juga di Indonesia. 

Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya penyakit jantung koroner (PJK). Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.

Peningkatan prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan pola hidup dan perilaku masyarakat seperti merokok, minum alkohol, makan makanan berlemak, kurang konsumsi buah dan sayur, stres, dan aktivitas fisik rendah. 

Baca Juga: Kolaborasi Promedia Teknologi dan Kemenkop Hadirkan PLUT KUKM, Bikin UKM Jadi Naik Kelas

PJK atau Penyakit Jantung Koroner merupakan penyakit kardiovaskular yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tertinggi pada kelompok penyakit tidak menular baik di dunia maupun di Indonesia.

Salah satu faktor perilaku tidak sehat yang sering dikaitkan dengan kejadian penyakit jantung koroner adalah kebiasaan merokok dan gaya hidup yang tidak sehat.

“Penggunaan tembakau adalah salah satu penyebab utama dari kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Tembakau sebagai bahan utama dari rokok dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan termasuk penyakit jantung dan kardiovaskular dan banyak penyakit berbahaya lainnya. Merokok juga dapat merusak lingkungan dan berkontribusi terhadap perubahan iklim, menghabiskan sumber daya, dan merusak ekosistem”, ujar Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Esti Nurjadin.

“Di sisi lain, makanan sangat penting untuk kesehatan serta kesejahteraan setiap orang. Pola makan yang sehat dapat mengurangi banyak risiko penyakit kronis juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Diet seimbang mencakup berbagai buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat," kata Esti menambahkan.

Baca Juga: Priyanka Chopra Bandingkan Dirinya dengan Shah Rukh Khan yang Ogah Pindah ke Hollywood

 

“Dari berbagai jenis penyakit jantung, memang faktor utama penyebabnya berbeda-beda. Tapi kalau berbicara konteksnya penyebab jantung itu apa, kita berbicara jenis serangan jantung yang sering terjadi, itu penyebabnya merokok, obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes. Ini penyebab tersering yang kita bisa ubah. Yang tidak bisa diubah yaitu genetik. Periksakan tekanan darah Anda secara rutin. Semakin dini hipertensi diketahui dan diatasi serta menghindari penyebabnya, maka semakin rendah resiko komplikasi yang akan terjadi”, ujar dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, FAsCC - Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Duta Yayasan Jantung Indonesia Mikha Tambayong juga memberikan sedikit kiat hidup sehat dalam kesehariannya.

“Yang paling utama adalah berolahraga rutin 3 sampai 4 kali agar mood selalu baik, jantung lebih sehat, hingga bentuk tubuh lebih ideal. Kemudian diikuti dengan menjaga pola makan serta menghindari rokok, karena bukan hanya memilih makanan atau minum yang akan masuk ke tubuh kita, tapi menjauhi rokok juga dapat membantu menjaga kesehatan kita”, ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: yayasan jantung indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X