Saat terjadi penganiayaan, Shane juga disebut menjadi orang yang terlihat aktif memantau sekeliling demi memastikan tidak ada yang melihat peristiwa tersebut.
Melissa menyebut, bukti dari hal ini adalah bahwa Shane yang memberitahukan Mario saat ada petugas keamanan yang datang sehingga membuatnya menghentikan penganiayaan dan menyuruh David berdiri.
Seperti yang disebutkan di atas, Shane merupakan orang yang merekam penganiayaan. Ia sama sekali tidak menghentikan hal itu, meskipun David sudah terlihat pingsan dan berdarah saat ditendang pertama kali oleh Mario.
“SL terlihat melerai MDS dibagian akhir setelah anak korban sekarat namun sebelum melerai SL msh sempat menyerahkan hp yg digunakannya merekam penganiayaan biadab itu kpd anak AG yg kemudian rekaman masih terus berlanjut,” tulisnya.
Mencoba menghilangkan barang bukti
Setelah peristiwa penganiayaan diketahui, Shane Lukas adalah orang yang menurut keterangan petugas keamanan mencoba membawa mobil Rubicon milik Mario keluar dari TKP.
Untungnya saat itu petugas keamanan berhasil menghalangi hal tersebut.
Namun, hal itu tidak membuat Shane berhenti mencoba menghilangkan barang bukti. Setelah mobil dibawa ke Polsek Pesanggrahan, Shane sempat membawa mobil yang sudah dijadikan alat bukti itu pergi untuk menjemput AG.
Bahkan, saat mobil sudah kembali ke Polsek Pesanggrahan, yang menyetir mobil tersebut adalah AG dan plat mobil sudah berganti.
Mellisa juga bilang, “SL juga mengetahui bhw MDS mengirimkan hasil rekaman penganiayaan tsb kepada teman2 nya.”
Bermain gitar di Polsek
Masih dari tweet Mellisa, menurut keterangan saksi saat melakukan BAP di Polsek Pesanggrahan, Shane terlihat masih sempat memainkan gitar. Sementara di depannya, duduk Mario dan AG.
Hal itu diceritakan langsung oleh saksi kunci Natalia Puspita Sari di depan majelis hakim di pengadilan, yang ternyata dibenarkan sendiri oleh Shane.
Baca Juga: Bantah Kesaksian Natalia, Mario Dandy Ngaku Sudah Menawarkan Membawa David ke Rumah Sakit