PejuangKantoran.com - Di tengah cuaca panas terik, jangan lupa pakai tabir surya untuk melindungi kulit.
Tapi di antara sekian banyak tabir surya maka yang harus dipilih antara sunblock dan sunscreen?
Keduanya adalah jenis pelindung matahari yang bekerja dengan cara berbeda. Tabir surya menyaring sinar ultraviolet (UV) matahari, sementara tabir surya memantulkan sinar matahari dari kulit. Kedua bentuk tersebut efektif melindungi kulit dari sengatan matahari dan mencegah keriput.
Sunscreen Vs Sunblock
Sunscreen adalah jenis pelindung matahari yang lebih umum digunakan. Ini menyaring atau menyaring sinar UV matahari. Itu membuat sebagian besar sinar keluar tetapi membiarkan sebagian masuk. Ini juga bisa disebut tabir surya kimiawi.
Baca Juga: Puasa Sehari Seperti Setahun, Ini Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Tabir surya menghalangi sinar matahari menembus kulit dengan memantulkannya. Ini bisa disebut tabir surya fisik.
Hal yang Perlu Diingat
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) melarang produsen mengklaim tabir surya "tahan air", "tahan keringat", atau "tabir surya", karena klaim ini melebih-lebihkan keefektifannya.
Cara Memilih Sun Protection
Tabir surya dan tabir surya adalah bentuk perlindungan matahari yang sangat baik. American Academy of Dermatology (AAD) tidak menyarankan penggunaan salah satunya. Pastikan Anda memilih salah satu yang menawarkan:
- Cakupan spektrum luas (melindungi terhadap sinar UVA dan UVB)
- SPF 30 atau lebih tinggi
- Tahan air
- Baca Juga: Ancaman Google untuk Menindak Karyawan yang Menolak Bekerja di Kantor Lagi Malah Dilawan Balik
sunscreen dan sunblcok spektrum luas akan mencegah penyamakan dan penuaan dini serta sengatan matahari.
Seperti biasa, pastikan pelindung matahari dipakai dengan benar. Tabir surya atau sunblock hanya akan melindungi kulit Anda jika digunakan dengan cara yang benar. Sebuah studi terhadap 101 wanita di Brasil, di mana paparan sinar UV cukup tinggi, melihat jumlah aktual tabir surya SPF 30 hingga SPF 45 yang mereka aplikasikan ke wajah mereka.
Para peneliti kemudian menghitung berapa banyak perlindungan sinar UV yang dimiliki wanita tersebut, berdasarkan bagaimana produk tersebut diterapkan. Karena tabir surya tidak diterapkan dengan benar, para wanita tidak memiliki perlindungan yang seharusnya diberikan oleh produk.