PejuangKantoran.com - Saat memasuki bulan Dzulhijjah, umat muslim dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah pada 1 – 9 Dzulhijjah. Meski puasa sunnah, tetapi pahalanya berlipat ganda dibandingkan puasa sunnah biasanya.
Sehari puasa di antara 1 – 9 Dzulhijjah disebutkan setara dengan puasa selama setahun penuh. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.
"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar." (HR At-Tirmidzi).
Baca Juga: Sambut Bulan Zulhijah, Ini 7 Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan di 10 Hari Pertama
Namun, satu tahun puasa pada hadits di atas maksudnya puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan. Hal itu dijelaskan oleh Mula al-Qari’ dalam Mirqâh al-Mafâtîh, juz 3.
Puasa di awal Dzulhijjah dibagi menjadi tiga, yaitu Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah.
Berikut adalah masing-masing niatnya:
1. Niat puasa 1 – 7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”
2. Niat Puasa Tarwiyah
Puasa ini dilakukan pada 8 Dzulhijjah dengan membaca niat:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”
3. Niat Puasa Arafah