AI dinilainya berkembang terlalu cepat dan telah menciptakan perlombaan di luar kendali untuk mengembangkan dan menerapkan pikiran digital yang semakin kuat.
Akibatnya, tak seorang pun -bahkan penciptanya- dapat memahami, memprediksi, atau mengontrol dengan andal.
Tetapi dengan peluncuran xAI dan kenyataan bahwa Musk ternyata sudah menyiapkan perusahaannya sendiri sejak April, menimbulkan dugaan apakah itu akal-akalan Musk saja supaya dia punya waktu untuk mengejar ketinggalan dengan perusahaan lain.
Baca Juga: Alasan CEO Twitter Dukung Keputusan Elon Musk Membatasi Pengguna Membaca Postingan Twitter per Hari
Saat membahas xAI pada bulan April, Musk mengatakan kepada The Washington Post, "Saya pikir saya akan membuat opsi ketiga, meskipun tentu saja jadi sangat terlambat dalam bisnis ini."
“Ini pasti sudah terlambat. Tapi saya akan mencoba membuat opsi ketiga dan opsi ketiga itu mudah-mudahan lebih baik daripada merugikan,” tambahnya.
Elon Musk ikut mendirikan OpenAI tetapi meninggalkan dewan pada 2018 karena ketidaksepakatan dengan CEO mengenai kecepatan kemajuan perusahaan.
“Saya adalah alasan mengapa OpenAI ada,” tegas Musk pada CNBC Mei lalu, sambil menambahkan bahwa dia telah menginvestasikan 50 juta dollar di perusahaan tersebut.