PejuangKantoran.com - Di bulan Muharram, selain bersukacita merayakan Tahun Baru Islam, umat muslim juga menyambut dengan gembira tiap 10 Muharram. Bahkan, tanggal 10 Muharram disebut dengan Lebaran Anak Yatim.
Mengapa disebut Lebaran Anak Yatim?
Perlu diketahui bahwa hanya ada dua Hari Raya dalam Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sementara Lebaran Anak Yatim hanya ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim karena saat Muharram banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.
Baca Juga: Tahun Baru Islam 2023 Tinggal 2 Hari Lagi, Ini 3 Doa yang Bisa Dibaca di Akhir Tahun Hijriah
Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً
Artinya: “Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada.
“Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.”
Jadi, menurut KH Sholeh Darat dalam kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah, disebutkan bahwa Muharram adalah tahun barunya seluruh umat Islam, sedangkan 10 Muharram adalah “Hari Raya” yang digunakan untuk bergembira dengan sedekah.
Ayat Al-Qur’an dan hadits mengenai sedekah untuk anak yatim saat Muharram
Ada ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai keutamaan sedekah kepada anak yatim di bulan Muharram dan juga beberapa hadits, yaitu sebagai berikut:
Baca Juga: Butuh Paspor Cepat? Gunakan Layanan Penerbitan Paspor Akhir Pekan, Sehari Langsung Jadi!
1. Al-quran Surat Al-Baqarah Ayat 220
Di dalam surat ini dijelaskan bahwa memperbaiki keadaan anak yatim adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Memperbaiki di sini bisa dimaksudkan dengan memberi sedekah agar bisa menyenangkan anak yatim.
2. Hadits Riwayat Bukhari