news

Fakta Sang Saka Merah Putih yang Dijahit Fatmawati, Bukan Berasal dari Sprei Warna Putih

Kamis, 10 Agustus 2023 | 18:45 WIB
Ayumi Putri Sasaki, pembawa baki Paskibraka menerima duplikat Sang Saka Merah Putih dari Presiden Jokowi saat Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2022. (BPMI Setpres/Muchlis Jr.)

PejuangKantoran.com - Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada 17 Agustus 2023 akan diadakan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Rasanya ikut bangga menyaksikan anggota Paskibraka berbaris dengan langkah tegap untuk menerima duplikat Sang Saka Merah Putih dari Presiden, untuk kemudian dikibarkan. Adapun Bendera Pusaka yang asli kini disimpan di Istana Merdeka mengingat kondisinya yang sudah sangat lapuk.

Baca Juga: Cara Mendapat Undangan Upacara 17 Agustus di Istana Negara, Masyarakat Boleh Hadir sebagai Tamu!

Banyak fakta menarik seputar Sang Saka Merah Putih. Mengapa merah dan putih menjadi warna yang dipilih? Lalu, benarkah bendera pusaka warna putih dijahit dari kain sprei?

Ini beberapa fakta Bendera Pusaka yang mungkin belum kamu ketahui.

Bendera tidak langsung bebas dikibarkan setelah Indonesia merdeka

Bendera Pusaka pertama kali diperkenalkan dan dikibarkan di depan umum saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jalan Proklamasi 56 (sebelumnya Jalan Pegangsaan Timur), Jakarta.

Namun, setelah itu Bendera Pusaka dilarang untuk dikibarkan oleh Belanda karena mereka tidak menerima kemerdekaan tersebut, dan berpikir bahwa Indonesia menginginkan mereka untuk tetap memerintah.

Setelah melakukan perang dan berbagai intervensi, Belanda akhirnya secara resmi mengakui Kemerdekaan Indonesia dan menyerahkan kedaulatan pada 27 Desember 1949.

Sejak saat itu, Bendera Pusaka selalu dikibarkan saat perayaan Hari Kemerdekaan RI di Istana Presiden, Jakarta.

Merah dan putih warna yang familiar dengan Indonesia

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa pemilihan merah dan putih sebagai warna bendera karena berasal dari panji Kerajaan Majapahit abad ke-13. Namun, sebenarnya penggunaan kedua warna ini asal-usulnya dari mitologi Austronesia.

Baca Juga: Tembus Program Discovery, Film “Budi Pekerti” Akan Gelar Pemutaran Perdana di TIFF 2023

Dalam mitologi tersebut, Ibu Pertiwi dilambangkan dengan merah, dan Bapak Langit dengan putih. Inilah alasannya merah dan putih sering muncul di banyak bendera di seluruh Austronesia, dari Tahiti hingga Madagaskar.

Halaman:

Tags

Terkini