Ia juga membuat perubahan dramatis pada moderasi situs dengan memberikan semacam “amnesti” bagi banyak akun yang sebelumnya dilarang.
Sebut saja musisi Kanye West dan tokoh neo-Nazi Nick Fuentes, yang sempat disambut sebelum dilarang kembali karena komentar bernada anti-semitic.
Sementara antiMuslim fanatik Laura Loomer dan penasihat politik Roger Stone juga sudah kembali ke media sosial tersebut hingga sekarang.
Ada juga mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang juga secara terbuka disambut kembali ke Twitter oleh Elon Musk. Meskipun begitu, Trump malah memilih untuk tetap di Truth Social, sebuah platform yang diluncurkannya pada 2022.
Selain membatasi jumlah tweet yang dapat dibaca pengguna, baru-baru ini Elon juga mengumumkan bahwa Twitter akan menghapus fungsi blokir. Padahal, ini alat vital untuk menghentikan penyalahgunaan dan penguntitan di situs tersebut.
Keputusan itu mendapat reaksi keras dan sampai saat ini tidak ada yang benar-benar tahu apakah itu akan terjadi.
Baca Juga: Komunitas Adobe Berduka. Salah Satu Pendiri Adobe, John Warnock, Meninggal Dunia
Belakangan, Twitter menyebut bug sebagai penyebab hilangnya foto-foto lama tersebut, dan mengatakan akan menyelesaikan masalah tersebut dalam beberapa hari ke depan.
“Tidak ada gambar atau data yang hilang,” tegasnya seperti terlihat pada pernyataan resminya.
Namun, kebetulan atau tidak, sepertinya Twitter belum akan stabil seiring berjalannya waktu.
X tidak lagi menjadi sumber berita yang dapat diandalkan, dan sayangnya saat ini tidak ada alternatif lain yang lebih baik dan populer yang dapat menggantikannya. (Elga Windasari)