news

Jangan Terkecoh, Ini Cara Menebak Seseorang Memang Expert atau Hanya Percaya Diri

Senin, 28 November 2022 | 17:15 WIB
Ilustrasi: Bisakah kamu mengenali apakah dia seorang expert atau hanya percaya diri? (https://pixabay.com/users/royalanwar-4597881/)

PejuangKantoran.com - Pernah mendengarkan ceramah seseorang yang tampil sebagai seorang ahli, tetapi ternyata mereka sama sekali tidak menguasai materi? Atau merasa terganggu dengan rekan kerja yang menjelaskan hal yang sudah jelas dengan cara yang merendahkan? Hm... mereka sebenarnya memang ahli atau hanya percaya diri, ya?

Ketika seseorang berbicara dengan begitu percaya diri, kita tentu menganggap mereka tahu apa yang mereka bicarakan sehingga kita mempercayai mereka. Seringkali dugaan kita benar, karena ada berbagai indikasi dalam cara mereka berbicara yang mencerminkan pengetahuan mereka. Namun, cukup mudah untuk mengetahui bagaimana orang berbicara dengan meyakinkan walaupun tanpa didukung pengetahuan dan keahlian apa pun.

Di era di mana hoax menyebar dengan mudah, butuh seseorang dengan keahlian khusus untuk meluruskannya. Thora Tenbrink, Profesor Linguistik dari Bangor University Inggris, memaparkan cara mengetahui apakah seseorang itu expert atau sekadar percaya diri:

Baca Juga: Faktor Psikologis di Balik Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan

1. Seberapa besar kemungkinan orang ini ahli?
Lihat latar belakangnya, motivasinya, keterampilan dan tujuan mereka dalam suatu percakapan. Orang mungkin saja memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang yang tidak kamu duga. Namun, tidak adanya hubungan antara apa yang kamu ketahui tentang orang ini dan keahlian yang mereka akui, merupakan indikasi bahwa mereka terlalu percaya diri pada topik yang sebenarnya tidak begitu mereka kuasai.

2. Bagaimana orang ini berkomunikasi secara umum?
Setiap orang punya gaya komunikasi yang berbeda. Ada yang cenderung membicarakan orang lain karena kebiasaan, dan ingin selalu mendominasi percakapan. Yang lain lebih banyak mendengarkan, memberikan pendapat dan pandangan hanya jika diminta. Di dunia kedokteran, gaya yang penuh perhatian –yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara– bisa menghasilkan kerjasama yang lebih baik antara dokter dan perawat, dan meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien.

Baca Juga: 5 Akun Influencer Kocak dan Relate Banget Sama Drama Pejuang Kantoran, Jangan Diskip!

3. Apakah orang tersebut bisa menjelaskan lebih dalam?
Seorang expert mengetahui lebih banyak detail dan akan siap menjelaskannya, sedangkan orang yang tidak punya pengetahuan tidak akan bisa menjelaskan suatu materi secara mendalam. Biasanya mereka hanya mengulang-ulang informasi yang sudah umum tanpa bisa menguraikan. Ini yang perlu dikhawatirkan: sebuah informasi yang terus-menerus diulang lama-kelamaan akan diyakini sebagai sesuatu yang benar.

4. Apakah ada yang benar-benar yakin tentang topik tersebut?
Peristiwa yang tidak kita amati dengan mata kepala sendiri, yang tidak dapat diulangi dalam percobaan ilmiah, yang terjadi lama sekali di masa lalu, pasti dipenuhi ketidakpastian. Seorang ahli akan mengakui batas-batas kepastian seperti ini. Pakar iklim, misalnya, tidak akan dapat memprediksi peristiwa cuaca ekstrem dengan pasti, melebihi prakiraan cuaca langsung. Namun, mereka dapat menunjukkan bagaimana terjadinya peristiwa semacam itu meningkat di masa lalu. Mereka bisa memberikan kemungkinan statistik peristiwa seperti banjir di masa depan berdasarkan peristiwa yang sudah terjadi.

Baca Juga: Begini Cara Membeli Sukuk Tabungan ST009, Kesempatan Terakhir 28 November 2022!

5. Apakah mereka dapat memberikan informasi secara fleksibel?
Kita bisa mengetahui perbedaan antara sistem navigasi rute seperti Google Maps dan petunjuk arah yang kamu dapatkan dari seorang teman. Teman dapat memberikan informasi yang kamu butuhkan saja, memberikan lebih banyak detail pada titik keputusan, tetapi tidak memberikan rute yang sudah familiar untuk kamu. Sistem navigasi otomatis tidak bisa seperti itu. Mereka bukan "ahli" karena hanya mengambil informasi dari database, tanpa wawasan atau kecerdasan yang sebenarnya, dan menggunakan frasa yang sama berulang kali.

Pakar sejati akan menggunakan konsep dan terminologi di bidangnya (jargon) secara fleksibel dan mudah. Mereka biasanya dapat menyesuaikan komunikasi mereka untuk mengakomodasi kebutuhan spesifik audiens mereka. Jadi sudah tahu kan, membedakan apakah seseorang memang ahli atau hanya percaya diri?

Tags

Terkini