news

Resolusi Tahun Baru ala Gen Z Tidak Lagi Terpusat pada Body Goals

Sabtu, 31 Desember 2022 | 07:48 WIB
Ilustrasi: Resolusi tahun baru para Gen Z tidak lagi berpusat pada kesehatan fisik. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana sebagian besar resolusi tahun baru berpusat pada kesehatan fisik, generasi muda lebih fokus pada peningkatan kesehatan mental di tahun mendatang. Ya, resolusi tahun baru ala Gen Z tidak lagi seputar body goals.

Pergeseran budaya ini ditemukan melalui survei Forbes Health/OnePoll November, yang mensurvei 1.005 orang dewasa di AS. Terlihat bahwa peningkatan kesehatan mental adalah salah satu resolusi tahun baru ala Gen Z (45% responden).

Baca Juga: Jangan Lupa Perhatikan Kesehatan Mental! Ini Ciri-ciri Orang Punya Masalah Mental

Jumlah orang yang berencana untuk fokus pada kesehatan mental pada 2023 lebih tinggi daripada mereka yang ingin meningkatkan kesehatan fisik. Resolusi tahun baru ala Gen Z yang berfokus pada kebugaran fisik hanya sebanyak 39% responden. Resolusi penurunan berat badan atau pola makan yang lebih baik masing-masing terdiri atas 37% dan 33% responden.

Menurut temuan Forbes, Gen Z memang generasi yang paling peduli dengan kesehatan mental. Survei tersebut menemukan bahwa 50% orang berusia antara 18 dan 25 berencana untuk berusaha meningkatkan kesejahteraan mental mereka.

Gen Z tidak sendirian. Pergeseran juga meluas ke generasi milenial, yang fokusnya beralih dari kesehatan fisik ke kesehatan mental. Menurut jajak pendapat, 49% responden berusia antara 26 dan 41 tahun menyebut kesehatan mental sebagai resolusi teratas di tahun baru.

Baca Juga: Jadilah Pendengar yang Baik dan Tak Judgemental Kalau Teman Kamu Curhat Soal Kesehatan Mentalnya!

Hasil temuan ini muncul di tengah meningkatnya kecemasan dan depresi akibat pandemi. Seperti dicatat Forbes, WHO melaporkan pada Maret 2022 bahwa kecemasan dan depresi meningkat secara global sebesar 25% pada tahun pertama pandemi Covid-19.

Sabrina Romanoff, PsyD, psikolog klinis lulusan Harvard yang juga anggota Dewan Penasihat Kesehatan Forbes, mengatakan bahwa kesimpulan dari hasil jajak pendapat harus positif, karena menunjukkan bahwa individu sadar akan pentingnya kesehatan mental.

“Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental telah meningkat secara drastis di kalangan generasi muda,” katanya kepada Forbers.

Ia menambahkan, kemungkinan poin kesehatan mental ini muncul karena kombinasi paparan antara belajar dari pengalaman orang lain (melalui media sosial, video, blog, atau artikel), berkembangnya industri kesehatan mental, dan berkurangnya stigma tentang penderita kesehatan mental sehingga makin banyak tempat untuk berkonsultasi dan menjalani perawatan.

Baca Juga: Awas Microsleep! Ini 5 Cara Jaga Kesehatan Tubuh Kalau Begadang Nonton Final Piala Dunia

Namun, Gen Z rupanya lebih percaya pada aplikasi daripada konsultasi tatap muka untuk membantu meningkatkan kesehatan mentalnya. Survei tersebut menemukan, 10% Gen Z berencana menggunakan penyedia terapi online, dan 17% berencana menggunakan aplikasi meditasi untuk mencapai resolusi tahun baru mereka.

Penelitian ini juga menemukan bahwa responden dari semua kelompok umur ingin kehidupan kerja mereka lebih seimbang di tahun baru. Lainnya, terutama responden Gen Z, ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk hobi.

Adapun resolusi tahun baru paling populer selain kesehatan mental atau fisik adalah, 34% responden milenial ingin meningkatkan keuangan mereka.

Tags

Terkini