PejuangKantoran.com - Popularitas startup di kalangan Gen Z tampaknya menurun setelah fenomena PHK massal yang melanda dunia startup sepanjang 2022. Hal ini cukup mengejutkan mengingat selama ini perusahaan startup seolah menjadi barometer kalangan Gen Z dalam menentukan karier.
Ancaman resesi dan ekonomi yang suram di 2023 juga mendorong Gen Z untuk lebih jeli melihat peluang karier. Terbukti, saat ditanya apa pekerjaan impiannya sekarang, Gen Z menjawab PNS (27%), freelance terus (13%), startup (13%), dan usaha sendiri (48%).
Baca Juga: Startup Teknologi Menjadi Kiblat Dunia Kerja, Gen Z Jadi Ogah Bekerja di Bank
Jadi, meskipun ada lebih banyak Gen Z yang ingin menjadi PNS daripada bekerja di startup, ada lebih banyak lagi yang ingin punya usaha sendiri. Bermodal kreativitas yang tinggi, Gen Z tampaknya cukup percaya diri untuk mengeksplorasi dunia usaha. Apalagi, bonusnya jam kerja yang fleksibel.
Fakta mengenai pilihan studi dan karier Gen Z ini terungkap dalam hasil survei Hipwee pada akhir 2022 yang diberi judul Menatap 2023. Survei dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan metode pengambilan data melalui kuesioner yang dibagikan ke lewat form, media sosial dan aktivasi di komunitas.
Survei yang diikuti oleh 62,3% Gen Z dan 37,4% Milenial ini ingin mengungkap bagaimana anak muda menghabiskan sebagian besar waktu kuliahnya di masa pandemi, dan kini harus mulai mencari kerja di tengah badai PHK dan isu resesi.
Baca Juga: 72% Gen Z Menyesal Meninggalkan Pekerjaan Lama Karena Pekerjaan yang Baru Tak Sesuai Harapan
Selain itu juga untuk mengetahui apakah anak milenial dan Gen Z ini sepenuhnya relate dengan label-label yang melekat pada mereka. Misalnya Gen Z yang identik dengan kebiasaan FOMO (fear of missing out) dan sedikit-sedikit mengeluh.
Pilihan studi dan karier
Pandemi mengantarkan kita pada kebiasaan-kebiasaan baru, termasuk dalam sistem pendidikan dan pekerjaan. Salah satunya sistem hybrid, di mana banyak sekolah dan perusahaan yang menerapkan sistem campuran antara offline dan online karena dinilai lebih fleksibel dan efektif.
Baca Juga: Gen Z Rela Diberi Tugas dan Posisi Rangkap Demi Imbalan Lebih dan Kenaikan Karier
Sistem hybrid kemungkinan akan terus digunakan, bahkan berkembang di tahun 2023 nanti. Terbukti dari hasil survei, 41% Gen Z memilih sistem hybrid, 41% memilih offline, dan 18% memilih online.
Setelah lulus, sebagian besar Gen Z ingin langsung bekerja full time (53%), sedangkan yang lain ingin magang dulu atau bekerja freelance (31%), dan sisanya masih ingin melanjutkan studi (15%).
Mengenai jam kerja, di luar dugaan ternyata beda antara Gen Z yang menginginkan jam kerja teratur dan jam kerja yang fleksibel tidak terlalu jauh. Buktinya, 45% memilih jam kerja kantor, dan 55% memilih jam kerja yang fleksibel.