news

Penjarah di Wilayah Gempa Turki Ditangkap dan Dipukuli Setelah Merampok Properti yang Dilanda Gempa

Sabtu, 11 Februari 2023 | 16:27 WIB
Ilustrasi: Ada sejumlah penjarah di wilayah gempa Turki yang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil apa saja yang mereka temukan. (Unsplash/Gabe Pierce)

PejuangKantoran.com - Gempa bumi dengan getaran magnitude 7,8 yang terjadi di Turki, Senin (6/2/2023) lalu, telah menghancurkan puluhan ribu bangunan di seluruh tenggara Turki.

Warga yang kehilangan mata pencaharian lalu berkeliaran di jalan untuk mencari makanan dan bertahan hidup dari hawa dingin yang menggigit. 

Banyak dari korban gempa yang dipaksa masuk ke supermarket untuk menjarah makanan dan menjadikannya tempat berlindung.

Baca Juga: Kini Microsoft Bing Terintegrasi dengan ChatGPT. Bagaimana Cara Mendapat Akses ke Bing ChatGPT?

Namun seperti halnya bencana alam lainnya, di antara para korban yang memang benar-benar membutuhkan makanan, ada banyak pencuri oportunistik yang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil apa saja yang mereka temukan.

Dari beberapa rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah penjarah di wilayah gempa Turki yang tampak berpakaian terlalu rapi untuk terjebak dalam gempa, ditangkap oleh polisi.

Warga yang marah dengan situasi ini mengumpulkan para penjarah, memaksa mereka berlutut dalam barisan, lalu memukuli, menendang, bahkan menembaki para penjarah yang memprotes. Mereka lalu digiring oleh pasukan militer.

Dalam beberapa kasus, petugas keamanan menganggap pemukulan oleh warga dirasakan sudah melampaui batas. Petugas terpaksa turun tangan untuk mencegah penjarah menderita luka serius di tangan warga.

Mengeksploitasi krisis

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memperbarui janjinya untuk membangun kembali rumah yang hancur bagi para korban gempa dalam satu tahun ke depan.

Baca Juga: Begini Tahapan Penindakan bagi Alumni Beasiswa LPDP yang Tidak Kembali untuk Mengabdi

Setelah berkeliling kota Gaziantep, Presiden mengatakan pemerintah sedang memasang rumah kontainer serta karavan sementara untuk melindungi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Ia menambahkan bahwa keadaan darurat yang diumumkan di 10 provinsi Turki saat ini akan memberikan wewenang kepada pejabat keamanan untuk menghukum para penjarah.

Di Gaziantep, Erdogan mengatakan wewenang tersebut akan memungkinkan pemerintah memerangi pencuri, “lintah darat”, dan kelompok lain yang menurutnya bertujuan untuk mengeksploitasi krisis.

Sementara itu, tim penyelamat terus menarik anak-anak dan anggota keluarga mereka dari reruntuhan gempa Turki-Suriah pada Jumat (10/2/2023).

Halaman:

Tags

Terkini