Program Kartu Prakerja adalah satu program yang dicetuskan Pemerintah untuk skilling, reskilling, dan upskilling.
Namun jumlah peserta di gelombang awal masih terbatas dikarenakan menyesuaikan dengan progres pendaftaran lembaga pelatihan yang dikurasi oleh MPPKP dan pelatihan yang tersedia. Tetapi, Menko Airlangga mengatakan bahwa kuota ini akan terus ditingkatkan pada gelombang berikutnya.
Baca Juga: Aturan Jam Kerja Jakarta, Dinas Perhubungan: Terserah Masing-masing Perusahaan
“Karena itu, Pemerintah mengajak lembaga pelatihan berkualitas di seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi penyedia pelatihan, terutama lembaga pelatihan dari wilayah Indonesia Tengah dan Timur seperti Pontianak, Makassar, Kupang, dan Jayapura,” tukasnya.
Lembaga pelatihan bisa menghubungi platform digital yang telah bekerja sama dengan Program Kartu Prakerja untuk mengikuti proses seleksi, salah satunya platform milik Pemerintah, yakni SIAPkerja.
Para peserta yang ingin menunggu lebih banyak variasi pelatihan tersedia, diimbau untuk mengikuti gelombang berikutnya karena terdapat batas waktu pembelanjaan saldo pelatihan bagi peserta. Tahun 2023 ini telah teralokasi anggaran untuk 595.000 peserta.