news

Edward Tian, Mahasiswa 22 Tahun yang Bakal Menyelamatkan Kita dari Penyalahgunaan ChatGPT

Senin, 20 Februari 2023 | 15:41 WIB
Edward Tian, mahasiswa Princeton University yang ingn menyelamatkan kita dari penyalahgunaan ChatGPT. (Twitter @edward_the6)

PejuangKantoran.com - Ketika banyak di antara kita yang sedang bersenang-senang pada malam tahun baru, Edward Tian (22) dengan tergesa-gesa mengerjakan sebuah aplikasi baru untuk memerangi penyalahgunaan ChatGPT.

Chatbot interaktif yang didukung oleh machine learning ini pada dasarnya sudah menguasai Internet, membaca karya kolektif umat manusia, dan mempelajari pola dalam bahasa yang dapat dibuat ulang.

Yang harus kita lakukan cuma memberikan perintah, maka ChatGPT bisa melakukan banyak hal: menulis cerita dengan gaya tertentu, menjawab pertanyaan, menjelaskan konsep, menulis email, hingga menulis esai untuk mahasiswa perguruan tinggi. Hasilnya, yang mirip dengan teks yang ditulis manusia, keluar dalam hitungan detik.

Baca Juga: Kini Microsoft Bing Terintegrasi dengan ChatGPT. Bagaimana Cara Mendapat Akses ke Bing ChatGPT?

Teknologi ini luar biasa, tapi juga menakutkan.

"Teknologi ini luar biasa. Saya yakin ini adalah masa depan. Namun, pada saat yang sama, kita seperti membuka Kotak Pandora. Dan kita membutuhkan pengamanan untuk mengadopsinya secara bertanggung jawab," kata Tian.

Tian adalah mahasiswa senior di Princeton University, di mana dia mengambil jurusan ilmu komputer dan jurnalisme. Rencana terbesar Tian semula hanya lulus kuliah. Sekarang, dia menerima telepon dari perusahaan-perusahaan modal ventura, pemimpin pendidikan, dan outlet media global.

Selama beberapa tahun terakhir, Tian sudah mempelajari sistem AI yang disebut GPT-3, pendahulu ChatGPT yang kurang ramah pengguna dan sebagian besar tidak dapat diakses oleh masyarakat umum karena berada di belakang paywall.

Pada semester musim gugur ini, Tian meneliti cara mendeteksi teks yang ditulis oleh sistem AI saat bekerja di Natural Language Processing Lab di Princeton.

Menjelang akhir semester, OpenAI, perusahaan di belakang GPT-3 dan alat AI lainnya, merilis ChatGPT ke publik secara gratis.

Meskipun telah mempelajari AI, Tian, seperti kita semua, terkesima oleh kekuatan ChatGPT. Dia dan teman-temannya menggunakannya untuk menulis puisi dan rap tentang satu sama lain. 

Namun bagi banyak pengguna teknologi baru, kekaguman dengan cepat berubah menjadi alarm. Berapa banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh ChatGPT? Bagaimana ChatGPT akan mengganggu sistem pendidikan kita?

Apa gunanya belajar menulis esai di sekolah jika AI bisa melakukannya untuk kita?

Baca Juga: Mengapa Banyak Perusahaan Teknologi Teratas di Amerika Memiliki CEO Berdarah India?

Lahirnya GPTZero

Halaman:

Tags

Terkini