PejuangKantoran.com - GoTo PHK karyawan. Perusahaan teknologi terbesar di Indonesia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengatakan hari ini telah memberhentikan 1.300 pekerja, atau 12 persen karyawannya.
"Kondisi ekonomi makro global yang menantang berdampak signifikan pada bisnis di seluruh dunia dan GoTo, seperti perusahaan lain yang berhati-hati, membuat penyesuaian untuk memastikannya dapat menavigasi jalan tidak pasti yang terbentang di depan," tulis GoTo dalam sebuah pernyataan soal GoTo PHK karyawan.
"GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan. Hal ini termasuk mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetap Grup GoTo."
Baca Juga: Amazon Disebut Bakal Pecat 10.000 Karyawan, PHK Terburuk Sepanjang Sejarah Perusahaan
GoTo mengatakan telah mencapai penghematan biaya sekitar 800 miliar rupiah ($51 juta) pada semester pertama tahun ini melalui langkah-langkah efisiensi dalam teknologi, pemasaran, dan outsourcing.
"Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari supaya Perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang,"
Meski demikian, GoTo berjanji untuk membantu karyawan yang terkena PHK dalam berbagai hal seperti layanan konseling dan lainnya.
"Tidak hanya itu, GoTo juga memberikan dukungan pencarian kerja serta layanan konseling. Karyawan terdampak berhak memiliki laptop yang saat ini mereka gunakan, mengakses berbagai program pelatihan, serta dapat bergabung ke direktori alumni GoTo, di mana perusahaan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai perusahaan dalam jaringan rekanan bisnis Grup GoTo. Selanjutnya, fasilitas konseling karir, keuangan, dan psikologi akan tersedia sampai akhir bulan Mei 2023."
GoTo, yang menawarkan layanan ride-hailing dan keuangan, go public pada bulan April dengan penjualan saham senilai $1,1 miliar sebelum akhirnya GoTo PHK karyawan.
Sahamnya diperdagangkan 44% di bawah harga penawaran umum perdana, karena sentimen investor pada sektor teknologi memburuk di tengah melonjaknya inflasi dan suku bunga.
Perusahaan, yang didukung oleh SoftBank Group Corp, Alibaba Group, dan dana kekayaan kedaulatan Singapura GIC, sedang menjajaki penawaran sekunder terkoordinasi dari saham yang dipegang oleh pemegang saham pra-IPO setelah periode lock-up berakhir pada 30 November.
Dilaporkan pada bulan Agustus bahwa kerugian bersih setengah tahun lebih dari dua kali lipat menjadi hampir $1 miliar. Hal ini yang mendasari GoTo PHK karyawan.
Artikel Terkait
Mulai Sekarang, Ikuti Tips agar Mudah Bangun Pagi dan Nggak Telat Lagi!
Awas, Jangan Terperdaya Bahasa Tubuh Manipulator yang Bakal Merugikan Kamu
Gampang Banget, Ini Cara Beli E-Materai Buat Melamar Kerja
Tayang Hari Ini! Ini Sinopsis Reborn Rich yang Dibintangi Song Joong Ki, Anak Konglomerat yang Jahat
Ternyata Bukan Gen Z yang Lebih Suka Work From Home!
Metode TikTok Ini Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Mental Health Kamu