PejuangKantoran.com - Berita PHK Massal belakangan ingin makin sering terdengar. Jika kamu termasuk salah satu yang terkena dampak PHK maka bersabarlah, semoga kamu cepat dapat pekerjaan lainnya yang lebih baik.
Tak dimungkiri, dipecat memang jadi pengalaman menghancurkan bagi siapa pun. Apa yang harus dilakukan setelah kena PHK?
1. Tanyakan alasan
Ketika mendapatkan surat PHK, mintalah mantan atasan Anda untuk memberi alasan pemecatan secara detail. Ini mungkin sebuah percakapan yang agak sulit, karena biasanya jawaban yang diberikan adalah jawaban normatif. Tapi Mengingat bahwa ini mungkin percakapan yang sulit dilakukan, penting untuk mendekatinya dengan baik.
Baca Juga: Beda ‘Laid Off’ dan ‘Dipecat’, dan Apa Dampaknya buat Kamu Selanjutnya
Memahami mengapa Anda dipecat dapat membantu Anda mengidentifikasi area perbaikan tertentu. Jika Anda dikeluarkan karena alasan kinerja, Anda pasti ingin tahu cara menghindari masalah ini lagi. Mungkin ada alasan lain mengapa Anda diberhentikan, dan jika itu tidak terkait dengan kinerja Anda, itu akan menjadi konteks yang membantu saat Anda mencari pekerjaan baru.
2. Cek apakah ada kemungkinan pindah divisi
Jika Anda dipecat karena pemotongan anggaran atau perampingan dan masih senang di perusahaan Anda, atasan Anda mungkin dapat menawarkan Anda peran di departemen lain. Alternatifnya, Anda dapat bertanya kepada atasan Anda tentang peluang lain di dalam perusahaan.
3. Tinggalkan kesan yang baik
Marah dan kecewa adalah hal yang wajar dirasakan saat tahu kamu di-phk. Tapi ingat tak ada gunanya juga marah-marah, apalago jika tahu tidak ada pilihan untuk mendapatkan kembali pekerjaan di perusahaan Anda saat ini.
Baca Juga: Tulis Skill Bahasa Inggris dalam CV, Penting Nggak Sih?
Yang pasti jagalah hubungan baik dan keluarlah dengan baik-baik. Berat, itu pasti, tapi siapa tahu bos yang memecat Anda mungkin dapat menawarkan referensi positif kepada calon pemberi kerja.
Ini terutama benar jika Anda dipecat bukan karena kesalahan Anda sendiri, seperti perampingan perusahaan. Pastikan untuk berterima kasih kepada mereka atas waktu yang Anda habiskan di perusahaan dan selesaikan setiap langkah yang mereka minta sebelum Anda pergi.
4. Minta tunjangan
Artikel Terkait
Ternyata Bukan Gen Z yang Lebih Suka Work From Home!
Metode TikTok Ini Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Mental Health Kamu
GoTo Pecat 1.300 Karyawan, Karyawan Boleh Bawa Laptop Kerja
Suka Ngomong Campur Inggris, Ternyata Skill Bahasa Inggris Orang Indonesia Rendah, Posisi 81 dari 111 Negara
Jessica Iskandar Jual Tas Chanel-nya, Benarkah Tas Desainer Bisa Jadi Investasi yang Menguntungkan?
Weekend ke Bogor, Jangan Lupa Mampir ke Surga Kuliner Suryakencana