PejuangKantoran.com - Gelombang PHK massal masih terus berlanjut. Kali ini giliran Google PHK karyawan. Google Alphabet mungkin akan segera memecat 10.000 karyawan.
Google PHK karyawan ini terjadi imbas tekanan penghematan yang makin besar untuk perusahaan.
Isu Google PHK karyawan ini mencuat setelah sebuah laporan dari The Information mengklaim bahwa manajer Google telah diminta untuk menganalisis dan memberi peringkat pada karyawan yang 'berkinerja buruk'.
Baca Juga: Siap-siap Pindah IKN, Ini Daftar Kementerian yang Bakal Pindah Duluan di 2024
Perusahaan dikabarkan rela melepas 6 persen karyawannya. Ini menyumbang 10.000 orang. Google akan menggunakan sistem peringkat dan karyawan dengan peringkat terendah akan dipecat dari perusahaan.
Saat ini, Alphabet mempekerjakan sekitar 1.870.000 karyawan, menjadikannya salah satu pemberi kerja terbesar di industri teknologi. Pengajuan SEC AS mengungkapkan bahwa gaji tahunan rata-rata karyawan Google adalah sekitar US$2,95,884
Google telah mengalami lonjakan perekrutan besar di kuartal terakhir. Para ahli telah memperingatkan Google tentang tenaga kerjanya yang membengkak serta gajinya.
Investor aktivis miliarder, Christopher Hohn, mengklaim bahwa karyawan Google dibayar lebih mahal dibandingkan dengan industri lainnya. Dia mengklaim bahwa perekrutan telah melampaui kebutuhan sebenarnya dari perusahaan.
Meski mengklaim kalau perusahaan teknologi raksasa ini sudah mengumumkan akan memperlambat proses perekrutan di kuartal keempat tahun ini. Sayangnya, ekonomi yang buruk membuat perusahaan yang ramah karyawan itu masuk dalam gelombang PHK tiga kali lipat lebih besar.
Artikel Terkait
10 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia: Bukan Oil and Gas!
Habis Pandemi Muncul Tridemik, Masih Bisakah Suntik Vaksin Flu Sekarang?
Lowongan Regional Sales Manager di Empat Wilayah PT Kino Indonesia, Tbk
Ketularan Pilek di Kantor, Ini Cara Menghilangkan Pilek dengan Cepat Tanpa Obat
Haruskah Memberitahu Si Bos Kalau Kamu Mau Interview Kerja di Tempat Lain?