5 Tanda Bahwa Kamu Kandidat Teratas yang Akan Segera Diterima Bekerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 2 Desember 2022 | 08:09 WIB
Ilustrasi: Apa tanda-tanda bahwa kamu kandidat teratas dan akan diterima bekerja? (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Apa tanda-tanda bahwa kamu kandidat teratas dan akan diterima bekerja? (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.com - Bahasa yang digunakan pewawancara saat interview kerja memang sering bikin deg-degan. Ketika mereka bilang senang dengan cara kamu menjawab pertanyaan, apakah mereka berkata dengan jujur atau ada makna yang lain? Sebab, meskipun mereka sepertinya sangat menyukai kamu, tetapi kamu tidak dihubungi lagi setelah itu. Jadi, bagaimana cara mengetahui bahwa kamu akan diterima bekerja?

Sebenarnya ada tanda-tanda umum bahwa kamu kandidat teratas dan akan segera diterima bekerja. “Walaupun tidak menjanjikan pada kandidat bahwa mereka akan diterima, saya ingin mereka tahu bahwa kami bersemangat tentang mereka, dan semuanya berjalan dengan baik,” kata Bonnie Dilber, manajer perekrutan di perusahaan otomasi aplikasi Zapier. Ia juga menanyakan apa yang diperlukan supaya kandidat tetap berminat bergabung dengan perusahaannya.

Baca Juga: Walaupun Terlihat Pede, Karyawan Gen Z Masih Butuh Atasan yang Mengayomi

Di lain waktu, sinyalnya lebih halus tetapi masih sangat menjanjikan. Berikut adalah beberapa tanda bahwa kamu kandidat teratas yang akan segera diterima bekerja:

1. Proses seleksi ditindaklanjuti dengan cepat
Proses perekrutan yang berlangsung cepat adalah tanda-tanda pertama bahwa kamu lolos seleksi. “Jika perekrut menjadwalkan wawancara dengan cepat dan menindaklanjuti dalam satu atau dua hari dari setiap wawancara, itu tanda mereka memang tidak ingin kehilangan kamu,” kata Dilber.

Proses yang berjalan cepat juga menunjukkan bahwa posisi yang kamu lamar memang benar-benar sedang dibutuhkan.

2. Kamu dikenalkan pada anggota timnya
Tim perekrutan meluangkan waktu untuk mengajak kamu berkeliling kantor dan memperkenalkan kamu kepada karyawan lain, padahal acara keliling kantor itu tidak ada dalam daftar kegiatan wawancara. “Tujuan dari tur ini biasanya agar kandidat bisa melihat budaya, fasilitas, dan bertemu dengan karyawan yang mungkin akan menjadi rekan kerja,” kata Gabrielle Woody, perekrut untuk perusahaan perangkat lunak Intuit.

Baca Juga: Startup Teknologi Menjadi Kiblat Dunia Kerja, Gen Z Jadi Ogah Bekerja di Bank

3. Mereka bertanya apakah kamu juga sedang interview dengan perusahaan lain
Kamu salah satu kandidat teratas jika perekrut berusaha terus mengikuti perkembangan kamu. “Kamu akan menerima update yang lebih proaktif, dan perekrut secara konsisten akan memeriksa apakah status kamu setelah wawancara dengan kompetitor telah berubah sejak terakhir kali kamu berdua berbicara,” ujar Woody. Kalau kamu bukan kandidat teratas, perekrut tidak akan peduli apakah kamu juga interview di tempat lain.

4. Kamu ditanya kapan persisnya bisa mulai bekerja
Amy Feind Reeves, pendiri konsultan JobCoachAmy dan penulis College to Career, Explained, mengatakan, tanda yang sangat jelas adalah ketika manajer perekrutan secara khusus menanyakan tanggal kamu bisa mulai bekerja dan detail mengenai gaji. “Karena kapan kamu mulai bekerja bisa berdampak pada anggaran mereka,” serunya.

Baca Juga: Lowongan Freelance Copyeditor Bahasa Indonesia di Hogarth Worldwide

5. Berbicara seolah kamu sudah menjadi anggota tim
Kamu akan mendengar isyarat seperti, "Kalau kamu di posisi ini, ini yang harus kamu lakukan" atau "Pada hari pertama masuk kerja, biasanya ini yang akan terjadi”. Kalimat-kalimat ini bisa menjadi tanda bahwa pemberi kerja sudah melihatkan kamu dalam peran tersebut. Atau, tim perekrutan memaparkan tentang project tertentu di perusahaan, dan kamu ditanya secara mendalam bagaimana cara menangani skenario tertentu dalam project tersebut, atau situasi dalam tim yang mungkin akan kamu kelola.”

Tetapi kalau setelah itu kamu tidak diterima, sepertinya itu akal-akalan perusahaan untuk mencuri ide gratisan dari pelamar untuk memperbaiki kinerja perusahaannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X