Mitos Terbesar tentang Penggila Teknologi, Salah Satunya Kaku dan Penyendiri

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Desember 2022 | 16:40 WIB
Ilustrasi: Apa yang kamu yakini tentang (Freepik/ @evening_tao)
Ilustrasi: Apa yang kamu yakini tentang (Freepik/ @evening_tao)

 

Pejua ngKantoran.com - Selama ini kita menganggap orang-orang berlatarbelakang teknologi dalam pendidikan maupun pekerjaan aslinya sebagai geek atau nerd, kaku, atau canggung dalam bersosialisasi. Namun, sepertinya hal ini merupakan kesalahpahaman dan mitos terbesar tentang orang-orang teknologi.

Kesalahpahaman itu umumnya berasal dari gambaran stereotip yang kita miliki tentang mereka melalui film-film atau acara TV. Padahal, gambaran tersebut seringkali tidak selalu mengikuti kehidupan nyata. Kalau kamu mengikuti kegiatan dalam suatu komunitas teknologi, kamu segera paham mitos tentang penggila teknologi itu kebanyakan tidak benar.

Profesional dari latar belakang non-teknis, menganggap penulis kode program dan pemrogram sebagai pakar teknologi. Meskipun si pakar ini mungkin memiliki ketertarikan terhadap penalaran logis dan penambangan knowledge dari data, asumsi ini tidak sepenuhnya benar. Mitos terbesar tentang penggila teknologi itu antara lain:

Baca Juga: Ancaman Resesi Hantui Ekonomi, Siapkan Hal Ini Biar Nggak Bangkrut!

Pakar teknologi tidak peduli dengan bisnis
Mitos terbesar tentang orang tekno yang perlu diluruskan adalah "mereka tidak peduli dengan bisnis; yang mereka lakukan hanyalah menulis kode program."

“Faktanya, orang-orang tekno adalah pemimpin bisnis yang hebat,” kata Mohit Joshi, Senior Product Manager BlueStacks.

Penggila teknologi dapat menjalankan bisnis yang sukses karena mereka memiliki keterampilan kepemimpinan, kecakapan manajemen, dan pemikiran bisnis. Mereka bekerja sangat dekat dengan konsumen, dan dalam prosesnya, mereka justru memahami audiens jauh lebih baik daripada yang lain, lho.

Mark Zuckerberg, Elon Musk, Satya Nadella (CEO Microsoft), dan Sundar Pichai (CEO Alphabet Inc.) adalah contoh-contoh bagaimana para jenius teknologi menggunakan keterampilan teknis dan kecerdasan bisnisnya untuk menjalankan perusahaan global.

Baca Juga: Apakah Membuat Cover Letter Wajib Saat Melamar Pekerjaan?

Penggila teknologi mengerti semua teknologi
Mitos terbesar tentang orang tekno lainnya adalah bahwa mereka memahami apapun yang berkaitan dengan teknologi. Namun, menganggap seseorang yang menyukai satu bidang teknologi pasti mahir dalam semua teknologi itu seperti menganggap orang yang suka nonton akan menyukai semua jenis film. Bisa saja kan, ada pakar teknologi yang suka virtual reality tapi tidak paham blockchain sama sekali.

Banyak orang yang menggunakan teknologi karena mendukung kegiatan lain yang mereka minati, bukan karena mereka menyukai teknologi itu sendiri.

“Malahan, banyak orang yang menghabiskan waktu untuk bekerja dengan teknologi sangat percaya bahwa teknologi itu menjadi mengganggu dan berbahaya,” kata Vinayak Shrivastav, co-founder dn CEO VideoVerse.

Baca Juga: Berminat Kerja di BUMN? Ini Cara Mendaftar di Website Rekrutmen Bersama BUMN

Orang tekno susah bergaul
Asumsi yang biasanya salah adalah bahwa teknologi merupakan satu-satunya kepentingan yang dimiliki oleh penggila teknologi. Makanya mereka sering kesepian, penyendiri, dan hanya bisa bergaul dengan orang-orang dari kalangan yang sama. Coba lihat serial The Big Bang Theory yang mengisahkan tentang pertemanan fisikawan, teknisi penerbangan, juga astrofisikawan itu. Keempat pria ini digambarkan punya sifat canggung secara sosial meskipun kecerdasannya di atas rata-rata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: People Matters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X