Alis Bercabang Erina Gudono Dibilang Aneh, dan Siger Sunda yang Merajalela

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 13 Desember 2022 | 13:00 WIB
Erina Gudono menggunakan Paes Ageng Jogja dalam akad nikahnya bersama Kaesang Pangarep. (Instagram @erinagudono)
Erina Gudono menggunakan Paes Ageng Jogja dalam akad nikahnya bersama Kaesang Pangarep. (Instagram @erinagudono)

PejuangKantoran.com - Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono sudah lewat dua hari, tetapi megah dan meriahnya pernikahan tersebut masih menjadi bahan cerita yang tak ada habisnya.

Salah satunya, Paes Ageng Jogja yang dikenakan Erina Gudono dalam akad nikahnya yang berlangsung di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (10/12/2022).

Erina Gudono tampil cantik dan anggun dalam kebaya putih rancangan Biyan Wanaatmadja. Tetapi, warganet yang tidak paham pakem riasan pengantin adat Jawa malah salfok dengan alisnya. “Kok alisnya bercabang? Aneh banget!” begitu komentar mereka di Twitter. 

Komentar ini bisa dimaklumi karena tidak sembarang orang bisa menggunakan Paes Ageng Jogja. Dulu, hanya keluarga kesultanan yang boleh memakainya. Namun, komentar tersebut perlu menjadi perhatian karena tampaknya Gen Z makin merasa asing dengan segala sesuatu yang bernuansa tradisional.

Baca Juga: Pernikahan Kaesang Erina Diramaikan Panggung Makanan: Ini Loh Perusahaan Saya, Saya Pamer

Alis bercabang

Yang dimaksud paes adalah riasan pada bagian rambut dan dahi pada pengantin wanita. Bentuknya beberapa lengkungan lancip berwarna hitam yang dibuat dari cairan celak atau pidih (bahan semacam lilin), seperti yang kamu lihat pada riasan Erina Gudono.

Untuk membuat paes, beberapa hari sebelumnya anak rambut pengantin wanita harus dikerik (dicukur) oleh juru paes. Kerik ini, menurut Weddingku.com, melambangkan perubahan status dari lajang menjadi istri. Tanda bahwa Erina Gudono siap menjadi istri Kaesang Pangarep. Selain itu, makna kerik juga untuk membuang sial.

Adapun riasan pada Paes Ageng sangat beragam, di antaranya paes prada yang dibingkai garis emas dan cithak yang dilukis tepat di tengah kening seperti riasan India. Cithak menjadi simbol bahwa seorang wanita harus fokus, berpandangan lurus ke depan, dan setia.

Buku Mengenal Ragam Pola Paes Pengantin Nusantara yang diterbitkan Mahligai Indonesia juga menyebutkan, pengantin wanita juga memakai mahkota dengan lima cunduk mentul serta aksesori lain seperti pethat gunungan, centung, bunga jebehan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Memakai Beskap Pink Fuchsia Saat Siraman Kaesang. Apa Makna Warna Fuchsia?

Ciri khas corak Paes Ageng ada pada cengkorongan paes, alis menjangan ranggah, jahitan mata, sanggul bokor mengkurep, raja keputres, gajah ngoling sumping pupus ron kates, serta kampuh/dodot, begitu menurut maestro tata rias pengantin Tienuk Riefki, dalam bukunya, Tata rias pengantin Yogyakarta Tradisional & Modifikasi Corak Paes Ageng.

Riasan adat tradisional sarat filosofi. Alis menjangan menampilkan alis bercabang seperti tanduk rusa (menjangan adalah rusa dalam Bahasa Jawa). Rusa melambangkan mahluk yang cerdik, cerdas, dan anggun. Karakter inilah yang diharapkan pada Erina Gudono setelah menjadi istri.

Siger Sunda

Dalam pembicaraan mengenai rias pengantin bahkan dibahas juga mengenai kecenderungan pengantin masa kini yang menyukai Siger Sunda. Yang menjadi masalah, Siger Sunda ini kerap digunakan tidak sesuai pakem.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X