Sebaliknya, kenaikan harga belum berkurang secara signifikan pada tahun 2023 di Australia dan Australia Unit Intelijen Ekonom Terbatas.
Baca Juga: Hari Perangi Bullying Sedunia, Jangan Biarkan Penindasan Terjadi Lagi di Mana Pun
Bisnis Grup Ekonom
Selandia Baru, namun tujuh kota yang tercakup dalam survei ini juga turun peringkatnya. Ini sebagian besar karena mata uang kedua negara melemah terhadap dolar AS.
Secara keseluruhan, sepuluh kota teratas tahun ini terdiri dari dua kota di Asia (Singapura dan Hong Kong), empat kota kota-kota di Eropa (Zurich, Jenewa, Paris dan Kopenhagen), tiga kota di Amerika (New York, Los Angeles dan San Francisco) dan Tel Aviv di Israel. Namun survei ini telah dilakukan sebelumnya dimulainya perang Israel-Hamas, yang telah dan mungkin berdampak pada nilai tukar mata uang di Israel mempersulit pengadaan beberapa barang di Tel Aviv, sehingga mempengaruhi harga.
Mereka memperkirakan inflasi akan terus melambat pada tahun 2024, sebagai dampak lambatnya suku bunga kenaikan mulai berdampak pada aktivitas ekonomi, dan pada gilirannya, permintaan konsumen.
Tapi risikonya terbalik tetap ada—eskalasi perang Israel-Hamas lebih lanjut akan menaikkan harga energi, sementara a dampak El Niño yang lebih besar dari perkiraan akan mendorong kenaikan harga pangan lebih jauh lagi.
Baca Juga: Mark Ruffalo Soal Film Solo Hulk: Harganya Kemahalan!
Daerah kesenjangan juga mungkin melebar, seiring dengan semakin dekatnya pertemuan negara-negara maju dengan bank sentral target CPI 2% dan banyak pasar berkembang mengalami lonjakan harga.
“Sisi penawaran mengejutkan bahwa pendorong kenaikan harga pada tahun 2021-22 telah berkurang sejak Tiongkok mencabut pembatasan COVID-19 pada akhir-akhir ini 2022, sedangkan lonjakan harga energi yang terlihat setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 telah terjadi juga mereda," kata Upasana Du Upasana Dutt, kepala Biaya Hidup Sedunia di EIU.
"Rata-rata kenaikan harga di Asia masih relatif rendah, hanya terdapat empat kenaikan harga dari Tiongkok dan dua kota di Jepang yang termasuk kota yang mengalami penurunan peringkat terbesar tahun ini. Meski terbalik risikonya, kami memperkirakan inflasi akan semakin melambat pada tahun 2024, sehingga mengurangi kenaikan harga secara global.”
Artikel Terkait
Enam Keputusan Keuangan Cerdas yang Harus Diambil Pada Tahun 2024
Makin Gampang, Kini Kamu Bisa Hubungi Contact Center Bank BRI Lewat Aplikasi BRImo
Milenial Merapat, Samesta Parayasa Wujudkan Konsep TOD, Perumnas dan KAI Bangun Stasiun Lumpang Parayasa
ORI025 dengan Imbal Hasil 6,25 Persen Sudah Bisa Dipesan per 29 Januari Mulai Rp1 Juta
Nasib 12 Shio di Tahun Naga Kayu: 5 Shio yang Bisa Jadi Kaya di 2024
Cashless Society, Ini Tren Pembayaran Digital 2023 di Indonesia
Pertimbangan Sebelum Bikin Rekening Bersama bareng Pasangan Sejak Sebelum Menikah
Ulasan Pasar Saham: Investor Asing Lebih Suka Pemimpin Baru yang Lanjutkan Kebijakan Pemerintah Sebelumnya
Pernah Pinjam Uang di Pinjol Bisa Jadi Pertimbangan Melamar Kerja, Cek Bahaya Pakai Pinjol dan Paylater
Cap Go Meh 2024, Waktunya Angpao Digital Menggeser Pelan-pelan Angpao Manual