PejuangKantoran.com- Beberapa bulan lalu, beredar kabar tentang sejumlah fresh graduate kesulitan mencari pekerjaan akibat menunggak pinjaman di paylater.
Kondisi finansial para fresh graduate ini diketahui tidak dalam keadaan baik oleh perusahaan tempat mereka melamar karena skor kreditnya rendah di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Siapa sangka, status tagihan atau keuangan pelamar kerja kini menjadi bahan pertimbangan banyak perusahaan.
Baca Juga: Apa Saja Dokumen yang Wajib Dilampirkan untuk Mengisi Laporan SPT Tahunan Pribadi?
Maraknya platform belanja daring yang menawarkan pembayaran dengan mencicil atau dikenal dengan paylater serta platform pinjam uang cepat dan mudah yang dikenal dengan pinjol, telah membuat sebagian milenial menjadikannya solusi untuk membeli barang atau mendapat dana segar.
Kemudahan yang ditawarkan paylater dan pinjol membuat para milenial terlena dan tidak berpikir panjang bahwa menunda pembayaran memang mudah, tetapi melakukan kewajiban membayar sangat sulit jika saat jatuh tempo pembayaran belum memiliki dana.
Pada akhirnya, ketidakpatuhan membayar utang membuat kondisi keuangan menjadi rumit dan ternyata bisa berujung pada kesulitan mencari kerja.
Baca Juga: WHO: Rokok Membunuh 8 Juta Orang Tiap Tahun
Bermula dari rasa penasaran karena paylater sedang populer, tergiur besaran uang yang mudah didapat, bisa dapat pinjaman cepat saat kebutuhan mendesak, dan fenomena FOMO [fear of missing out], yakni ketakutan tertinggal momen di ranah daring dan khawatir tidak dapat memanfaatkan kesempatan terbaik menurut media sosial.
Paylater dan Pinjol yang tadinya dikira sebagai solusi keuangan malah telah menimbulkan keresahan karena sudah ditandai oleh penagih utang dan banyak yang mendapat ancaman dan teror.
Faculty Head Sequis Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence Fandi Murdani mengingatkan para milenial agar membatasi belanja dan disiplin menjalankan perencanaan keuangan agar tidak terjebak dalam budaya konsumtif dan demi stabilitas keuangan.
Ia juga menyarankan agar masyarakat menghindari paylater dan pinjol. Namun, jika merasa perlu menggunakannya, cek dulu kekuatan finansial apakah saat jatuh tempo akan mampu membayar cicilan dan ketahui dulu cara kerjanya.
“Buatlah perencanaan keuangan dengan detail dan berjangka. Catat semua pemasukan, rencana pengeluaran hingga merekap realisasi pengeluaran."
Artikel Terkait
5 Penyebab Cita-cita Menjadi Kaya Tidak Juga Tercapai (Tabungan pun Nggak Nambah-nambah)
Enam Keputusan Keuangan Cerdas yang Harus Diambil Pada Tahun 2024
Banyak Rumah Pedesaan Dijual Murah di Jepang, Orang Asing pun Beralih Membeli Properti ke Negara Ini
Makin Gampang, Kini Kamu Bisa Hubungi Contact Center Bank BRI Lewat Aplikasi BRImo
Milenial Merapat, Samesta Parayasa Wujudkan Konsep TOD, Perumnas dan KAI Bangun Stasiun Lumpang Parayasa
ORI025 dengan Imbal Hasil 6,25 Persen Sudah Bisa Dipesan per 29 Januari Mulai Rp1 Juta
Nasib 12 Shio di Tahun Naga Kayu: 5 Shio yang Bisa Jadi Kaya di 2024
Cashless Society, Ini Tren Pembayaran Digital 2023 di Indonesia
Pertimbangan Sebelum Bikin Rekening Bersama bareng Pasangan Sejak Sebelum Menikah
Ulasan Pasar Saham: Investor Asing Lebih Suka Pemimpin Baru yang Lanjutkan Kebijakan Pemerintah Sebelumnya