5 Cara Mengelola Keuangan yang Tak Boleh Dilakukan Kelas Menengah Jika Ingin Hidup Mapan

photo author
- Kamis, 26 Desember 2024 | 19:30 WIB
Ilustrasi: Banyak orang di kelas menengah yang mengikuti saran keuangan yang terkesan masuk akal, tetapi sebenarnya bisa menghambat pertumbuhan keuangan. (Freepik)
Ilustrasi: Banyak orang di kelas menengah yang mengikuti saran keuangan yang terkesan masuk akal, tetapi sebenarnya bisa menghambat pertumbuhan keuangan. (Freepik)

Daripada meningkatkan gaya hidup, lebih baik pertahankan standar hidup saat ini dan alihkan pendapatan tambahan ke tabungan, investasi, dan pengurangan utang.

Ini akan menciptakan penyangga keuangan yang kuat untuk menghadapi keadaan darurat sekaligus mempercepat jalan menuju kekayaan.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Muncul Tulisan “Product Deactivated” di Microsoft 365 Office

4. Mementingkan tabungan pendidikan

Meski pendidikan anak penting, tetapi mengorbankan tabungan pensiun demi tabungan pendidikan dapat membahayakan masa depan keuangan.

Tidak seperti pendidikan yang memiliki banyak sumber pendanaan, termasuk beasiswa, hibah, dan pinjaman, masa pensiun hanya mengandalkan tabungan.

Cara mengelola keuangan yang bisa lebih dipertimbangkan adalah memprioritaskan tabungan pensiun sambil mencari solusi kreatif untuk biaya pendidikan.

Misalnya, mendorong anak untuk kuliah di perguruan tinggi negeri, mengajukan beasiswa, atau mempertimbangkan kuliah sambil bekerja.

Dengan mengamankan tabungan pensiun, kamu akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk membantu anak-anak tanpa menjadi beban keuangan di kemudian hari.

5. Hanya memiliki penghasilan tunggal

Baca Juga: Cara Membeli Produk Asuransi melalui Aplikasi BRImo, Tak Perlu Datang ke Kantor Cabang!

Mengandalkan satu sumber pendapatan saja saat ini bukan pilihan terbaik karena bisa membatasi potensi untuk membangun kekayaan.

Dengan melakukan diversifikasi sumber pendapatan, kamu akan memberikan perlindungan dan peluang untuk mempercepat akumulasi kekayaan.

Pertimbangkan untuk memiliki bisnis sampingan, freelance, atau passive income melalui investasi. Ini tidak berarti kamu harus bekerja sepanjang waktu. Namun, fokuslah untuk menghasilkan pendapatan dengan investasi waktu minimal.

Tujuan utamanya bukan untuk menggantikan penghasilan utama, tetapi untuk membangun keamanan tambahan finansial dan peluang membangun kekayaan. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: New Trader U

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X