Ini bisa menghancurkan semua penghematan yang sudah kamu lakukan.
- Godaan meminjam dari amplop lain
Tujuan metode ini adalah supaya kamu disiplin. Namun, kenyataannya saat satu amplop habis, kamu bisa tergoda buat mengambil dari amplop lain.
Ini bisa membuat sistemnya jadi kacau dan kamu merasa gagal. Banyak orang akhirnya menyerah dan meninggalkan metode ini sama sekali.
- Tidak siap hadapi kejutan keuangan
Pernah tidak kamu tiba-tiba harus servis motor, beli obat, atau beli kado ulang tahun?
Kalau kamu tidak punya amplop khusus untuk keadaan darurat, maka kamu akan terpaksa ambil dari pos lain. Itu artinya, lagi-lagi sistem anggaran kamumu bisa berantakan.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Meningkatkan Kondisi Finansial atau Keuangan Menjadi Lebih Baik!
Jadi, harus bagaimana?
Menurut Harrington, kamu tetap bisa pakai metode ini, tetapi jangan 100% bergantung.
Gunakan cash-stuffing hanya untuk pengeluaran yang cocok dibayar tunai, seperti belanja mingguan atau uang jajan.
Namun, sisanya seperti tabungan dan dana darurat lebih baik disimpan di rekening bank yang aman dan bisa berbunga.
Lalu, yang paling penting adalah lakukan evaluasi bulanan. Jangan cuma membuat anggaran sekali lalu dibiarkan begitu saja.
Kondisi keuangan dan hidup kamu pasti berubah, jadi anggaran pun harus ikut berkembang. ***
Artikel Terkait
Faktor Psikologis di Balik Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan
Mengelola Keuangan Itu Gak Susah Lho, Ini Cara Mudahnya
5 Cara Mengelola Keuangan yang Tak Boleh Dilakukan Kelas Menengah Jika Ingin Hidup Mapan
Tips Bicarakan soal Keuangan dengan Pasangan, Mulai dari Kencan Pertama hingga Setelah Menikah
Merasa Sudah Melek Finansial, tapi 1 dari 3 Orang Ternyata Tidak Tahu Cara Kerja Rekening Tabungan
5 Tipe Finansial yang Menggambarkan Gaya Hubungan Seseorang dengan Uang