PejuangKantoran.com - Pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga akhir 2025 jumlah investor pasar modal telah mencapai 20,36 juta orang.
Lonjakan ini membuka peluang besar bagi inklusi keuangan nasional, sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait keandalan sistem transaksi saham digital dan literasi investor.
Seiring meningkatnya volume serta kecepatan transaksi di platform digital, akurasi sistem dan pemahaman pengguna terhadap mekanisme perdagangan menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan pasar. Associate Vice President Marketing Ajaib, Azizah, menegaskan bahwa di era investasi berbasis teknologi, keandalan sistem harus berjalan seiring dengan edukasi investor.
Menurutnya, sistem transaksi saham bekerja secara real-time, sehingga setiap instruksi akan diproses sesuai input yang dimasukkan oleh nasabah. Karena itu, selain memastikan keamanan dan stabilitas teknologi, Ajaib juga aktif mendorong pengguna untuk lebih teliti dalam setiap langkah transaksi yang dilakukan.
Baca Juga: 8 Istilah Investasi yang Perlu Kamu Pahami sebelum Membeli Obligasi Ritel Seri ORI029
Dalam kesempatan yang sama, Ajaib menyampaikan bahwa isu terkait pengalaman transaksi yang sempat menjadi perhatian publik pada pertengahan tahun lalu telah diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi yang konstruktif. Proses tersebut menghasilkan pemahaman bersama mengenai mekanisme sistem dan fitur transaksi yang berlaku di platform Ajaib.
Sebagai perusahaan sekuritas yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota BEI, KPEI, dan KSEI, Ajaib memastikan seluruh transaksi diproses secara transparan dan dapat ditelusuri sesuai ketentuan.
Dari sisi keamanan, Ajaib telah menerapkan standar internasional ISO 27001 dan menjalani audit berkala oleh pihak independen. Ajaib juga terus menghadirkan panduan penggunaan serta informasi edukatif di dalam aplikasi untuk membantu investor memahami alur transaksi dan risiko investasi secara lebih sadar dan terukur.
Baca Juga: Lowongan Kerja Secretary to Board of Director di PT Eka Bogainti yang Menaungi Resto Hokben
Ke depan, Ajaib berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi dan memperluas akses investor ritel ke pasar modal Indonesia, termasuk melalui fasilitas e-IPO yang diawasi regulator.
“Dengan sistem yang andal dan pemahaman pengguna yang baik, kami percaya ekosistem pasar modal digital dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Azizah.
Artikel Terkait
Mengapa Rekening Koran Tiga Bulan Terakhir Dibutuhkan untuk Mengajukan Visa?
Pekerja Kontrak dengan Gaji Maksimal Rp10 Juta, Apakah Bebas Pajak di 2026?
IHSG Naik, Tapi Belum Merata: Ini Peluang Saham Fundamental di 2026
2026 Saatnya Serius Investasi: Bangun Kebiasaan Konsisten dengan SIP
Saving Lebih Tenang di 2026 dengan Barbell Strategy: Kerja Fokus, Uang Tetap Tumbuh
Jenis SBN Ritel yang Ditawarkan Sepanjang 2026, Simak Jadwal Terbit dan Kenali Perbedaannya!
Elon Musk Bilang, 10-20 Tahun Lagi Orang Sudah Tidak Perlu Menabung Dana Pensiun
ORI029 Resmi Ditawarkan, Perempuan dan Generasi Milenial bakal Mendominasi Pembelian SBN Ritel Lagi?
Harga Kost di Pusat Kota Melonjak, Ini Area Alternatif Strategis untuk Pekerja Jakarta
8 Istilah Investasi yang Perlu Kamu Pahami sebelum Membeli Obligasi Ritel Seri ORI029