PejuangKantoran.com - Banyak orang merasa kalau ada kenaikan gaji maka semua masalah keuangan bakal beres. Rasanya masuk akal, ya?
Survei dari Omni Calculator mengungkapkan, sekitar 31% warga Amerika Serikat percaya bahwa penghasilan lebih besar adalah kunci utama untuk menghilangkan stres finansial mereka. Tapi, apakah benar uang tambahan selalu jadi solusinya?
Survei tersebut mengungkapkan sisi lain yang cukup mengejutkan. Ternyata, masalah keuangan kita seringkali bukan cuma soal berapa banyak uang yang masuk ke rekening, tapi lebih ke cara kita mengeluarkannya.
Baca Juga: 6 Kebohongan yang Sering Diungkapkan Pasien saat Konsultasi ke Dokter, Akibatnya Bahaya Banget!
Kesalahan yang sering tidak disadari
Lebih dari 80% responden yang disurvei mengaku punya penyesalan finansial dari tahun 2025. Penyesalan terbesar mereka ternyata bukan datang dari kejadian darurat yang tak terduga.
Justru, sekitar 28% orang merasa kesalahan keuangan terparah mereka adalah karena memutuskan untuk belanja terlalu cepat tanpa perencanaan yang matang.
Banyak yang terjebak dalam kebiasaan belanja berlebih untuk barang-barang yang sebenarnya tidak mendesak. Ini bukan cuma karena beli kopi tiap hari, tapi pembelian impulsif yang jauh lebih mahal.
Barang-barang seperti tas atau jam tangan bermerek, gadget terbaru, hingga biaya liburan yang membengkak menjadi daftar teratas penyesalan. Satu kali klik atau gesek kartu untuk barang mahal tanpa mikir panjang bisa merusak anggaran bulanan dalam sekejap.
Baca Juga: 1 dari 5 Karyawan Ternyata Overqualified, tapi Dilakukan Sukarela karena Berbagai Alasan
Kenaikan gaji belum tentu menolong?
Memang, punya penghasilan lebih besar itu bagus. Tapi ada fenomena yang disebut lifestyle inflation atau inflasi gaya hidup. Begitu gaji naik, standar hidup dan pengeluaran kita biasanya ikut meroket. Kalau kita tidak belajar mengendalikan cara belanja, gaji sebesar apa pun akan tetap terasa kurang.
Data menunjukkan bahwa tingkat tabungan pribadi masyarakat terus menurun sejak 2024. Bahkan, banyak orang yang tidak sanggup menanggung biaya darurat sebesar Rp6 juta atau Rp7 juta tanpa harus berutang.
Ini membuktikan bahwa tanpa perencanaan, uang kita sering kali menguap begitu saja lewat keputusan-keputusan kecil yang terburu-buru.
Cara mengendalikan keuangan
Artikel Terkait
Pusbuk Buka Lowongan Kerja dan Seleksi Pengisi Suara Buku Audio 2026, Kesempatan untuk Talenta Voice Over
Komnas Perempuan Buka 2 Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Tersedia dan Cara Melamarnya
Sinopsis 'Ghost In The Cell', Film Berlatar Penjara Bertabur Aktor Terkenal Garapan Joko Anwar
Film 'Ghost In The Cell' Jadi Refleksi Keresahan Joko Anwar terhadap Situasi Absurd di Indonesia
Mengapa Bertahan Terlalu Lama di Satu Pekerjaan Terkadang Bisa Bikin Kamu Susah Maju?
Masih Suka Menyimpan Ini di Dompet? Bisa Berisiko Tanpa Disadari
Tanpa ART? Peralatan Ini Bisa Jadi “Asisten” Baru di Rumah Saat Ritme Kembali Sibuk